• Selasa, 28 Juni 2022

Serapan Pupuk Subsidi di Tanggamus Masih Rendah

Kamis, 23 Juni 2022 - 20.26 WIB
49

Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Tanggamus, Catur Agus Dewanto, saat memberikan keterangan dalam Implementasi e-KPB. Foto: Doc/Kupastuntas.co

Kupastuntas.co, Tanggamus - Serapan pupuk bersubsidi di tingkat petani Kabupaten Tanggamus hingga akhir bulan Mei 2002 masih rendah. Kondisi itu dikhawatirkan berdampak pada menurunnya produktivitas pertanian.

Kondisi tersebut berbanding terbalik dengan kelangkaan pupuk bersubsidi yang sering dikeluhkan para petani di Tanggamus setiap musim tanam. Tetapi nyatanya serapan pupuk bersubsidi masih di bawah 50 persen.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura Tanggamus, Catur Agus Dewanto mengatakan, berdasarkan data yang ada di pihaknya, serapan pupuk bersubsidi per 31 Mei 2022  baru mencapai 41 persen untuk pupuk kimia (non organik), dan 1,4 persen pupuk organik. Dimana dari alokasi 8.393 ton pupuk Urea baru terealisasi 3.341,5 ton atau 39 persen.

Sedangkan pupuk SP dari alokasi 903 ton yang baru  terealisasikan 377 ton atau 41 persen. Kemudian pupuk ZA dari alokasi 923 ton yang  tersalurkan baru 292,3 ton atau 31 persen. Lalu NPK serapan masih kecil, yakni baru 17 persen dari alokasi 1.178 ton.

Baca juga : Kabar Baik, Petani Tanggamus Sudah Bisa Menikmati Manfaat e-KPB

"Serapan pupuk organik pencapaiannya paling rendah, dari alokasi 2.016 ton, baru terealisasi 29,8 ton atau baru 1,4 persen," kata Catur Agus Dewanto, saat memberikan keterangan dalam Implementasi elektronik Kartu Petani Berjaya (eKPB) serentak se-Kabupaten Tanggamus pada Rabu (22/6/2022).

Menurut Catur, seharusnya para petani yang memiliki Kartu Petani Berjaya (KPB) dan sudah tergabung dalam kelompok tani (Poktan) serta memiliki rencana dasar kebutuhan kelompok atau RDKK, tidak kesulitan memperoleh pupuk kimia bersubsidi.

"Di Kabupaten Tanggamus saat ini tercatat 1.811 kelompok tani dari 2.290 yang terdata di Sistem Manajemen Informasi Penyuluhan Pertanian atau Simultan," terangnya.

Terkait dengan penyaluran pupuk bersubsidi di Kabupaten Tanggamus, ada 7 distributor dan 84 kios pengecer. Dimana hingga 19 Juni 2022 ada transaksi melalui elektronik kartu petani berjaya (e-KPB) di 8 kecamatan, melibatkan 1.287 petani, dengan total transaksi Rp175 juta dengan 77 transaksi.

Sementara Arpan, salah seorang petani sawah di Kotaagung Timur mengaku, selama ini petani dihadapkan pada keadaan sulitnya mendapatkan pupuk bersubsidi.

Hal ini berdampak pada menurunnya produktivitas hasil panen. Sebab pemberian pupuk pada tanaman padi tidak maksimal, paling tinggi hanya 50 persen kebutuhan pupuk.

"Hasilnya, produktivitas menurun, dan padi rentan terserang hama," ungkap Arpan. (*)


Video KUPAS TV : Jalan Rusak di Pasar Basah Kota Metro