• Selasa, 28 Juni 2022

Harga Cabe dan Bawang Merah di Dua Pasar Lamtim Naik

Senin, 20 Juni 2022 - 14.24 WIB
47

Salah Satu Pedagang Lapak Bahan Pokok Suhartini di Pasar Sukadana. Foto : Yugo/Kupastuntas.co.

Kupastuntas.co, Lampung Timur - Harga cabe dan bawang merah di dua Pasar Tradisional Kabupaten Lampung Timur seperti di Pasar Tradisional Sukadana dan Pasar Tradisional Pekalongan terus mengalami kenaikan. 

Dalam pantauan tim kupastuntas.co di Pasar Sukadana, harga cabe mengalami kenaikan sebesar Rp 25.000 per kilogram nya. Untuk di Pasar Pekalongan, harga cabe mengalami kenaikan sebesar Rp 10.000 per kilogram. 

Hal tersebut disampaikan oleh pedagang bahan pokok Suhartini (40) menyampaikan harga cabe nyamblak (setan) mencapai Rp 100.000 per kilogram, cabai merah besar diharga Rp 90.000 serta harga cabai rawit Rp 75.000 per kilogram.

"Kenaikan sudah terjadi empat hari yang lalu. Sebelum mengalami kenaikan, harga cabai setan masih diharga Rp 75.000 per kilogram, untuk cabe merah besar sebelumnya diharga Rp 60.000 per kilogram. Kenaikan tersebut berkisar Rp 20.000 sampai Rp 25.000 per kilogramnya," katanya kepada media. Senin, (20/06/2022). 

Selain harga cabe yang mengalami kenaikan, kenaikan juga turut dirasakan pada bawang merah. 

"Harga bawang merah saat ini naik juga, sekarang sudah mencapai Rp 65.000 per kilogram yang sebelumnya diharga Rp 50.000 per kilogram, tapi untuk bawang putih masih di angka Rp 35.000 per kilogram," ujarnya. 

Hal senada pada pedagang bahan pokok lainnya bernama Surati (50) menyampaikan Cabe dan bawang merah di lapak nya juga mengalami kenaikkan. 

"Untuk cabe merah besar saya jualnya diharga Rp 85.000 per kilogram yang sebelumnya Rp 75.000 per kilogram, cabe rawit di harga Rp 75.000 per kilogram yang sebelumnya diharga Rp 70.000 per kilogram. Untuk harga bawang merah diharga Rp 70.000 perkilogram yang sebelumnya diharga Rp 50.000 per kilogramnya," kata Surati. 

Ia menjelaskan kenaikan harga tersebut dikarenakan Jumlah produksi petani yang mengalami gagal panen akibat kondisi cuaca buruk,

"Hasil panen menurun, tetapi kebutuhan masyarakat yang tinggi," pungkas Surati. (*)

Video KUPAS TV : KORSLETING LISTRIK BENGKEL MOBIL JALUR DUA KORPRI SUKARAME KEBAKARAN