• Kamis, 30 Juni 2022

Diduga Bermasalah, Proyek Sarana Air Bersih di Tanggamus Jadi Atensi Kejari dan DPRD

Kamis, 16 Juni 2022 - 18.48 WIB
108

Kepala Kejaksaan Negeri Tanggamus, Yunardi.

Kupastuntas.co, Tanggamus - Proyek pembangunan sarana air bersih senilai Rp2,6 miliar di Pekon Padang Ratu, Kecamatan Limau, Kabupaten Tanggamus, yang dikerjakan asal jadi dan dinilai mubazir, menjadi atensi Kejaksaan Negeri (Kejari) dan DPRD Tanggamus.

Kepala Kejaksaan Negeri Tanggamus, Yunardi mengaku akan melakukan pengumpulan data dan pengumpulan bahan keterangan terkait proyek pembangunan sarana air bersih yang diduga bermasalah tersebut.

"Ini menjadi atensi kami, nanti segera akan kami evaluasi," kata Yunardi, saat dihubungi melalui pesan WhatsApp, Kamis (16/6/2022).

Baca juga : Proyek Sarana Air Bersih Senilai Rp2,6 Miliar di Padang Ratu Tanggamus Dinilai Mubazir

Sementara Wakil Ketua Komisi III DPRD Tanggamus, Ahmad Farid mengatakan, pihaknya baru mengetahui ada proyek tersebut justru dari media. Bahkan pihaknya juga tidak mengetahui siapa pelaksana atau pemborong proyek tersebut. Bahkan berapa besar anggaran dan tahun berapa pengerjaannya juga tidak tahu.

"Kami dari Komisi III akan berkoordinasi dulu dengan Dinas PUPR, untuk mengetahui dulu muasal proyek tersebut apa dari DAK atau APBD Tanggamus," kata Ahmad Farid, yang merupakan anggota DPRD Dapil Kecamatan Cukuhbalak, Limau, Kelumbayan dan Kelumbayan Barat.

Ahmad juga mengaku dalam waktu dekat akan turun ke lapangan untuk melihat secara langsung proyek tersebut.

"Setelah kami bahas di komisi, kami akan turun ke lapangan, dan memanggil PUPR untuk meminta pertanggungjawaban mereka," tegasnnya.

Ahmad juga mendorong aparat penegak hukum (APH) untuk mengusut proyek tersebut, karena proyek tersebut menggunakan uang rakyat yang bersumber dari APBD Kabupaten Tanggamus Tahun Anggaran 2021.

Terpisah, Sekretaris Daerah Kabupaten Tanggamus, Hamid Heriansyah Lubis meminta waktu untuk menanyakan hal tersebut kepada OPD terkait dalam hal ini Dinas PUPR.

"Beri saya waktu untuk menanyakan soal proyek ini ke OPD terkait. Yang pasti, bila memang debit airnya kecil kenapa tetap dipaksakan dibangun," ujar Lubis sapaan akrab Hamid Hermansyah Lubis. (*)


Video KUPAS TV : Percikan Api dari Motor Diduga Penyebab Kebakaran SPBU Pasar Liwa