Suprihatin Layani Jemaah Haji Dengan Sepenuh Hati
Suprihatin saat menyuapi Sunanto salah satu calon jemaah haji asal Kabupaten Tulangbawang Barat di Asrama Haji Rajabasa, Jumat (10/6/2022). Foto : Ria/kupastuntas.co
Kupastuntas.co, Bandar Lampung - Dengan telaten tangan wanita berkerudung hitam yang duduk di kursi plastik berwarna orange tersebut menghaluskan tahu untuk dicampur dengan kuah sayur dan nasi.
Wanita tersebut diketahui bernama Siti Suprihatin Salimin. Ia adalah warga Desa Sidomulyo, Kecamatan Sekampung, Kabupaten Lampung Timur yang ikut ke tanah suci sebagai Petugas Kesehatan Haji Indonesia.
Di depan Suprihatin, sudah ada laki-laki berpeci hitam berkalung syal warna ungu yang duduk menunggu di atas kursi roda. Ia adalah Sunanto Wiryotiyoso (63), calon jemaah haji asal Kabupaten Tulang Bawang Barat.
Sambil mengusap air mata yang tanpa sadar menetes membasahi pipinya, ia memasukan sesuap demi sesuap nasi ke dalam mulut kakek yang sudah tidak mampu berjalan sejak enam tahun silam.
"Dibuka mulut nya pak, masih ada nasi gak di dalam, aaakkk. Makan yang banyak ya pak biar nanti sehat dan ibadahnya di tanah suci bisa lancar," ucap Suprihatin, sambil memberikan sesuap nasi ke Sunanto saat menyantap sarapan pagi di Asrama Haji Rajabasa, Jumat (10/6/2022).
Suprihatin bekerja sebagai pesawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sukadana Kabupaten Lampung Timur sejak 16 tahun lalu atau tepatnya ditahun 2006 silam.
"Saya kerja sebagai perawat di RSUD Sukadana. Kemarin daftar sebagai tenaga kesehatan haji Indoensia. Alhamdulillah lulus dan ini adalah pengalaman pertama yang baru saya rasakan," kata ibu dua anak tersebut.
Ia menerangkan, ada keberangkatan kali ini ada dua orang yang menggunakan kursi roda. Pertama ialah Sunanto adal Kabupaten Tulang Bawang Barat dan Surti asal Kabupaten Lampung Timur.
"Namun pak Sunanto yang harus mendapatkan perhatian lebih khusus. Bapak ini sudah gak bisa ngomong, cuma bisa angkat tangan ketika tidak dan menganggukan kepala jika iya," imbuhnya.
Suprihatin menerangkan, dirinya bekerja secara iklas dan menganggap jemaah tersebut sebagai orang tuanya sendiri.
"Anggap saja ini lagi merawat orang tua sendiri, iklas dan tawakal. Karena memang kebetulan orang tua sudah meninggal," tutupnya. (*)
Video KUPAS TV : 2 Bocah Pesantren Kabur dari Banten ke Lampung Selatan
Berita Lainnya
-
Mahasiswa Universitas Teknokrat Lahirkan Inovasi PLTB Archimedes 3 Sudu untuk Penerangan UMKM Gunung Kunyit
Sabtu, 16 Mei 2026 -
Istri Bripka Anumerta Arya Supena Bersyukur Kasus Cepat Terungkap
Sabtu, 16 Mei 2026 -
Kenangan Rekan untuk Bripka Arya Supena, Polisi Baik yang Gugur saat Bertugas
Sabtu, 16 Mei 2026 -
Perintah Kapolda Lampung Tembak di Tempat Pelaku Begal Tuai Pro dan Kontra
Sabtu, 16 Mei 2026








