• Selasa, 28 Juni 2022

Kakek Sukani Rela Kerja Serabutan Demi Hidupi Keluarga dan 2 Cucu

Jumat, 10 Juni 2022 - 15.54 WIB
61

Sukani (75) Warga Kampung Dono Mulyo, Kecamatan Banjit, Kabupaten Way Kanan. Foto: Ist.

Kupastuntas.co, Way Kanan - Di usia senja, Sukani (75) Warga Kampung Dono Mulyo, Kecamatan Banjit, Kabupaten Way Kanan dan istrinya harus berjuang banting tulang untuk menghidupi dan mencukupi kebutuhan keluarga dan kedua 2 buah cucunya.

Di tengah keadaan kesulitan ekonomi, kakek Sukani juga harus mengasuh dan membesarkan dua cucu yang masih kecil yang ditinggalkan kedua orang tuanya.

Sukani tinggal di sebuah rumah kayu kecil. Sebagian dindingnya terbuat dari papan dan tampak sebagian terbuat dari pelepuh bambu, dan terlihat di dalam rumah tidak ada apa-apa, hanya terpajang boneka dan foto lucu cucunya saja.

Sukani dan istrinya menceritakan, rela sehari-hari bekerja sebagai buruh serabutan paruh waktu sebagai pembuat kandang ayam dan kandang babi.

"Iya mas kerjaan hanya buruh serabutan saja, kalau ada yang pesan buatkan kandang ayam atau kandang babi, baru saya bisa dapet uang buat keperluan sehari sehari," ujarnya, saat memberikan keterangan, Jumat (10/06/2022).

Sukani juga mengatakan, tidak pernah membayangkan di usia tua nya harus kehilangan anak nya dan menantunya dan harus mengasuh cucu nya seorang diri.

"Anak dan menantu saya pergi entah kemana, kalau yang menantu saya itu udah lama pergi nya, sementara anak kandung saya yang perempuan ini ikut pergi juga dan sampai saat ini saya masih mencari keberadaannya mas," ucapnya.

Kini Sukani harus mengasuh cucunya, sementara pekerjaan tidak menentu dan kebutuhan cucu semakin tinggi dan sementara ia tidak berdaya lagi.

"Iya usia kan semakin tua mas, kalau untuk bekerja kadang tidak kuat lagi," tuturnya.

Sukarni juga mengaku tidak pernah mendapat bantuan sama sekali selama 5 tahun, padahal ia memegang  kartu Kartu Keluarga Sejahtera (KKS).

"Dari jaman jokowi periode pertama menjabat selama 5 tahun itu saya tidak pernah dapat mas, padahal saya pegang kartu KKS, baru dapat sekarang sekarang ini,  yang dapet beras dan telur itu mas, baru 3 kali ini mas," ungkapnya.

Hal itu sama seperti cucu nya yang sudah menginjak kelas 5 SD tapi tidak pernah dapat bantuan sama sekali dari sekolahan.

"Dari kelas 1 sampai sekarang sudah kelas 5 cucu saya itu tidak pernah dapat bantuan sama sekali, padahal saya tau anak anak orang itu pada dapat, tapi cucu saya tidak, padahal orang orang tahu keadaan saya," tuturnya.

Sukarni menambahkan, walaupun di tengah keterbatasan ekonomi ia tetap besryukur masih diberikan kesehatan sehingga ia masih sanggup untuk mencari nafkah untuk istrinya dan cucunya.

"Allhamdulilah sampai saat ini saya masih diberikan kesehatan, untuk itu saya akan tetap mencari nafkah untuk istri dan cucu saya, karena cucu saya itu adalaha titipan tuhan terindah yang harus saya jaga dan rawat," tutupnya. (*)


Video KUPAS TV : 2 Bocah Pesantren Kabur dari Banten ke Lampung Selatan