• Selasa, 28 Juni 2022

Mayat Tanpa Identitas Dengan Kondisi Tak Utuh Ditemukan di Way Ngarip Wonosobo Tanggamus

Kamis, 09 Juni 2022 - 21.09 WIB
107

Aparat Polsek dan Koramil Wonosobo serta petugas kesehatan saat hendak mengevakuasi mayat yang tak utuh. Foto: Sayuti/Kupastuntas.co

Kupastuntas.co, Tanggamus - Sesosok mayat tanpa identitas dengan kondisi tidak utuh ditemukan di pinggir Way (sungai) Ngarip Dusun 06 Pekon (Desa) Pekon Balak, Kecamatan Wonosobo, Kabupaten Tanggamus, Kamis (9/6/2022).

Mayat yang diperkirakan telah hanyut dan terdampar di pinggir sungai lebih dari seminggu ini, pertama kali ditemukan warga yang tengah memancing. Dimana saat ditemukan kondisi tubuh mayat itu tercerai berai.

Selain tidak diketahui identitasnya, mayat tersebut juga tidak diketahui jenis kelaminnya. Tetapi yang mencolok dari sosok mayat tersebut yakni baju kaos mirip sweater yang menempel di badannya dan berambut diduga laki-laki.

Di mana kaos yang digunakan merupakan kaos panjang warna abu-abu, dan pada bagian atas kaos bertuliskan huruf besar "My Trip My Adventure: dan pada bagian bawah tulisan kecil "the Backpacker".

Warga yang menemukan mayat tersebut, langsung memberitahu kepada warga lainnya  lalu dilanjutkan melapor kepada kepala Pekon Balak, polisi dan Koramil.

Selanjutnya petugas polsek dan Koramil Wonosobo, dibantu petugas kesehatan mendatangi TKP dan langsung melakukan olah TKP, serta mengevakuasi mayat tersebut.

Lalu mayat tersebut dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah Batin Mangunang (RSUDBM) Kotaagung. "Saat ini mayat tersebut disimpan di Rumah Sakit Batin Mangunang Kotaagung," kata Kepala Pekon Pekon Balak, Basir.

Basir mengatakan mayat tersebut ditemukan sekira pukul 09.00 WIB oleh seorang warga Pekon Padangmanis, Kecamatan Wonosobo, yang sedang mencari ikan di sungai tersebut.

"Lalu dia (warga yang menemukan mayat), memberitahukan kepada warga kita dan warga langsung melapor ke Kadus kita," terang Basir.

Lalu segera pukul 11.00 WIB Basir bersama Kapolsek Wonosobo menuju lokasi penemuan mayat yang letaknya berada di daerah ketinggian dan terjal dengan jarak 2 kilometer,  dengan lama perjalanan 30 menit.

"Jalan ke TKP nya naik turun, sekira 200 meter dari jalan. Posisi mayatnya sendiri di pinggir kali, kondisinya sudah rusak,  yang masih terlihat pinggang sampai kaki," kata Basir.

Saat ditemukan, lanjut Basir, kaos mirip sweater menggulung diduga kepala berada di dalam kaos tersebut. "Kepalanya di dalam sweater, nggak ada yang lihat, nggak ada yang berani," kata dia.

Basir menambahkan, di wilayah pekonnya belum ada warga yang melapor kehilangan anggota keluarganya, sehingga ia memastikan mayat tersebut bukan warganya.

"Saya menghimbau apabila ada yang kehilangan anggota keluarganya, agar datang langsung ke RSUD Batin Mangunang," katanya. (*)