• Selasa, 28 Juni 2022

Petani Keluhkan Harga Mahal, Ketua Gapoktan Way Kanan: Harga Pupuk Subsidi Masih Stabil

Senin, 30 Mei 2022 - 17.40 WIB
65

Ketua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Kampung Umpu Bhakti, Kecamatan Blambangan Umpu, Way Kanan Sunaryo, saat memberikan keterangan, Senin (30/5/2022). Foto: Tri/Kupastuntas.co

Kupastuntas.co, Way Kanan - Petani dari kecamatan Bumi Agung dan Bahuga, Kabupaten Way Kanan, Provinsi Lampung, mengeluhkan mahalnya harga pupuk dan pestisida, serta langkanya pupuk subsidi.

Hal itu diungkapkan para petani  saat kunjungan anggota DPRD Provinsi Lampung Deni Ribowo di dua kecamatan di Way Kanan.

Menanggapi hal itu, Ketua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Kampung Umpu Bhakti, Kecamatan Blambangan Umpu, Way Kanan Sunaryo mengatakan, harga pupuk subsidi daerah Kabupaten Way Kanan masih stabil atau tidak melebihi harga eceran tertinggi (HET), yakni sesuai dengan HET sebesar Rp112.500.

"Untuk harga kita masih stabil, masih Rp 112.500 untuk di Kecamatan Blambangan," kata Sunaryo, saat memberikan keterangan, Senin (30/5/2022).

Pemilik kios pupuk Umpu Kencana, Nurmansah juga mengaku masih menjual pupuk subsidi dengan harga het yang ditentukan yakni Rp112.500 per karung.

"Untuk petani yang mengambil langsung tidak ada biaya, tapi kalau kita yang antar ada biaya  tambahannya untuk upah kuli bongkar muat yang mengantar," tuturnya.

Sementara Ahli Muda Alsintan Kabupaten Way Kanan, Yopi mengatakan, terkait masalah keluhan petani, hal itu harus diperhatikan dulu yang mengadu adalah petani yang mendapat subsidi ini atau tidak.

"Kita sudah cek di lapangan, banyak yang mengeluh barang (pupuk) menumpuk di lapangan, karena selama 2 bulan ini banyak petani yang tidak menebus. Saya tadi sudah minta foto semua gudang yang ada di Bumi Agung," ujar Yopi, saat memberikan keterangan Senin (30/5/2022).

Yopi juga mengatakan, untuk masalah mahal nya harga pupuk itu sudah kesepakatan petani dan kios untuk masalah jasa angkut.

"Karena harga subsidi itu setelah sampai di kios, jadi sampai di kios ada kesepakatan antara petani dan kios terhadap jasa angkut dan ada juga petani yang bisa mengambil langsung," ungkapnya.

Sementara petani yang kemarin tidak masuk dalam kelompok tani ikut reses anggota DPRD, itu yang menjadi kendala. Harapan kami begitu ada informasi seperti itu, pastikan petani itu masuk kekelompak tani atau tidak.

Yopi menambahkan, untuk harga het tertinggi pupuk yang ada di Way Kanan sudah sesuai dengan harga pemerinntah.

"Untuk Urea Rp125 ribu dan SP36 Rp120 ribu per karung yang berukuran 50 kilogram, Sementara Phonska Rp115 ribu per karung, ZA Rp85 ribu dan Petro organik 32 ribu per kilogram," pungkasnya. (*)


Video KUPAS TV : HUT APEKSI, Bima Arya Kaget Saat Ditawari Lonte di Taman UMKM Bung Karno