• Jumat, 01 Juli 2022

78 Calon Jamaah Haji di Pringsewu Ikuti Manasik Tingkat Kecamatan

Selasa, 24 Mei 2022 - 15.50 WIB
58

Para jamaah tengah mengikuti kegiatan manasik tingkat kecamatan di Ponpes Al-wustho, Pringsewu. Foto: Gamel/Kupastuntas.co

Kupastuntas.co, Pringsewu - Calon Jemaah Haji (CJH) dari 4 Kecamatan di Pringsewu mengikuti kegiatan manasik haji tingkat Kecamatan yang digelar di Pondok Pesantren Al-Wustho, Kecamatan Pringsewu, Selasa (24/5/22).

4 Kecamatan tersebut yaitu Kecamatan Pringsewu (45 orang), Pardasuka (12 orang),  Pagelaran (6 orang) dan Ambarawa (15  orang).

Bustami Syarif Kepala KUA Kecamatan Pringsewu sekaligus Ketua pelaksana manasik haji untuk 4 Kecamatan ini mengatakan bahwa kegiatan manasik dilakukan selama 4 hari sejak Selasa hingga Jum'at minggu ini.

Dalam kegiatan tersebut, para CJH mendapat beberapa materi seperti materi persiapan perjalanan haji, kesehatan haji hingga fiqih haji agar mereka semua memiliki bekal yang cukup saat menjalankan ibadah haji di Arab Saudi.

"Manasik di tingkat kabupaten sudah 2 kali di Kemenag Pringsewu, yang sekarang ini tingkat kecamatan dengan jumlah peserta 78 orang," Ujar Bustami Syarif.

Pada Kamis nanti (26/5/22) para peserta akan melakukan praktik langsung tentang tata cara haji di lokasi yang sama.

"Satu, dua hari kita berikan materi lalu Kamis akan praktik dan Jumat penutupan," Katanya.

Manasik ini dilakukan untuk mengejar persiapan menuju pemberangkatan haji bagi calon jemaah meskipun hingga saat ini masih belum ada informasi resmi kapan jemaah akan mulai masuk ke dalam asrama haji.

Adapun 5 Kecamatan lain (Sukoharjo, Pagelaran Utara, Banyumas, Adiluwih dan Gadingrejo) yang juga akan melakukan kegiatan serupa di Kecamatan Sukoharjo juga masih belum diketahui jadwalnya.

"Manasik haji tingkat Kecamatan itu tergantung kesiapan dari KUA setempat, kalau sudah siap baru dilaksanakan," terangnya.

Sementara itu, Kepala Kemenag Kabupaten Pringsewu, Rifa'i yang menjadi salah satu pemateri mengingatkan pada peserta yang hadir untuk memurnikan niat ibadah semata-mata karena Allah SWT.

Dirinya juga berpesan agar jemaah tidak membawa barang-barang yang tidak perlu dibawa seperti beras, alat memasak nasi atau lainnya sebab di sana nanti telah disediakan kebutuhan peserta oleh negara termasuk dokter dan petugas haji.

"Luruskan Niat ibadah terlebih dahulu ikhlas karena Allah SWT agar bisa mendapat haji yang mabrur. Lakukan ibadah dengan hikmat dan hindari perbuatan pencitraan dan setelah pulang dari melaksanakan haji berikan contoh dan perbuatan yang baik pada sesama," Pesan Rifa'i.

Tidak lupa dirinya menghimbau untuk melakukan kurban di Indonesia karena pada hakikatnya nilai ibadah kurban dimana saja sama.

"Kalau di Indonesia lebih jelas daging itu dibagikan kemana apakah pada tetangga sekitar yang membutuhkan ataupun pada orang yang berhak di lingkungan sekitar tempat tinggal," Tutupnya. (*)