• Senin, 27 Juni 2022

OJK dan Pemkot Harap BWS Jadi Solusi Atasi Pinjol Ilegal di Metro

Senin, 23 Mei 2022 - 14.03 WIB
210

Pimpinan KCP BWS Indonesia Kota Metro, Edy Setiawan bersama Asisten 3 Pemkot Metro, Misnan danDeputi Direktur Pengawasan Lembaga Jasa Keuangan (LJK) OJK Lampung, Aprianus Jhon Risnad saat memotong pita sebagai tanda beroperasinya KCP BWS. Foto: Arby/Kupastuntas.co

Kupastuntas.co, Metro - Pemerintah Kota (Pemkot) Metro dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Lampung mengharapkan hadirnya Bank Woori Suadara (BWS) di Bumi Sai Wawai dapat menjadi solusi mengatasi maraknya aktivitas pinjaman online ilegal di Kota setempat.

Kepala OJK Lampung, Bambang Hermanto melalui Deputi Direktur Pengawasan Lembaga Jasa Keuangan (LJK), Aprianus Jhon Risnad mengatakan, hadirnya BWS di Metro diharapkan mampu menjadi solusi atas pelayanan keuangan di masyarakat.

"Salah satunya adalah untuk meningkatkan inklusi dan mencegah terjadinya peningkatan pinjaman online yang ilegal. Sehingga masyarakat bisa terlayani dengan baik dan kebutuhannya bisa terpenuhi oleh perbankan kita," kata dia saat diwawancarai Kupastuntas.co dalam kegiatan Grand Opening BWS di Jl. Jenderal Sudirman, Kelurahan Imopuro, Kecamatan Metro Pusat, Senin (23/5/2022).

Aprianus juga mengungkapkan bahwa, aktivitas perbankan di Kota Metro mengalami pertumbuhan pasca pandemi Covid-19.

"Kita melihat bahwa masa pemulihan ekonomi sudah terjadi, indikator pertumbuhan ekonomi sudah jelas, angka inflasi juga salah satunya fungsi intermediasi. Kalau kita lihat di Kota Metro, adanya pihak ketiga dan total aset mengalami pertumbuhan," ucapnya.

Meskipun begitu, OJK tetap menemukan angka penurunan kredit yang menjadi siklus rutin awal tahun. Ia meminta, BWS mampu menjadi solusi pembiayaan di masyarakat Bumi Sai Wawai.

"Memang sedikit ada penurunan di kredit, tapi itu karena memang siklus rutin. Harapannya, BWS yang hadir di Metro ini dapat berperan aktif dalam pembiayaan, terutama sektor-sektor unggulan yang ada di Kota Metro ini," terangnya.

Dalam kesempatan itu, Walikota Metro Wahdi melalui Asisten 3 Pemkot Metro, Misnan menyampaikan bahwa Grand Opening kantor cabang pembantu (KCP) BWS Kota Metro menjadi awal dari peningkatan pelayanan perbankan di Kota pendidikan tersebut.

"Dengan pembukaan Bank Woori Saudara KCP Metro, merupakan langkah awal dari peningkatan pelayanan perbankan kepada masyarakat Kota Metro dan sekitarnya yang menggunakan jasa perbankan, sehingga dapat lebih mudah melakukan transaksi keuangan baik untuk keperluan pribadi maupun keperluan usaha dan pemerintah," bebernya.

Menurutnya, dengan dukungan sistem perbankan dan dinamika perekonomian, akan menjadi semakin penting. Transaksi keuangan serta pertukaran barang antar pelaku usaha dan masyarakat akan mengalami peningkatan yang sangat signifikan.

"Sehingga dapat membantu perekonomian dan kesejahteraan pedagang kecil maupun pedagang menengah, dapat membantu dan berperan aktif dalam pembangunan di Kota Metro, serta mampu memberikan kontribusi yang optimal bagi perkembangan daerah dan masyarakat dalam memperoleh kemudahan bertransaksi," ujarnya.

Sementara itu, Pimpinan KCP BWS Indonesia Kota Metro, Edy Setiawan menerangkan sejumlah target kedepan yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat.

"Target-target kedepan kita akan sasar untuk kepentingan masyarakat Kota Metro melalui kredit terbaik yang akan kita salurkan untuk TNI-Polri, ASN, Pegawai Swasta aktif, pensiun dan usaha-usaha kecil menengah, kepemilikan rumah KPR, serta pembiayaan lain yang sifatnya komsumtif," jelasnya.

BWS juga menjanjikan standar bunga yang ditetapkan atau rate kepada para deposan dengan angka yang terbaik. Selain itu, terdapat pula sejumlah program yang menjadi unggulan karena dioperasikan tanpa biaya.

"Kemudian untuk untuk tabungan sendiri kita akan berikan para deposan yang menaruh dana ke tempat kita dengan rate terbaik yang kita punya. Kita juga akan dukung program pemerintah terkait program menabung. Ada tiga produk dengan total tanpa biaya sama sekali dan akses internet serta mobile banking," imbuhnya.

Selain itu, guna meminimalisir pinjaman online ilegal pihaknya juga bakal menjalankan program yang diprioritaskan bagi siswa dan remaja mulai dari kalangan usia 17 tahun kebawah.

"Jadi program tersebut dikhususkan kepada siswa dan kalangan 17 tahun kebawah. Jadi tidak ada biaya sedikitpun, sampai biaya bulanan tidak ada serta tidak ada juga setoran minimum. Ini juga sebagai upaya meminimalisir pinjaman online seperti yang disampaikan OJK," tandasnya. (*)

Video KUPAS TV : ANGGOTA BATALYON INFANTERI 143 TEWAS DALAM PERKELAHIAN DI CAFE TOKYO SPACE