• Selasa, 28 Juni 2022

Oknum Kades di Way Kanan Diduga Lakukan Pelecehan Seksual Kepada Istri Staffnya Sendiri

Sabtu, 21 Mei 2022 - 21.20 WIB
5.4k

Tampak plang nama Kampung Banjar Ratu di Way Kanan yang diduga sang Kades melakukan pelecehan seksual kepada istri sekdes nys sendiri. Foto: Rahman/Kupastuntas.co

Kupastuntas.co, Way Kanan - Sungguh miris kejadian yang menimpa seorang ibu rumah tangga, Y (24) warga Way Kanan yang mengaku telah mengalami pelecehan seksual dan percobaan pemerkosaan oleh kepala desa nya sendiri.

Kejadian menyesakkan itu menimpa dirinya pada Selasa (8/3/22) kira-kira dua bulan yang lalu, namun karena takut, baru sekarang Ia dan suami berani bersuara dan bercerita kepada wartawan. 

Diketahui dari Miskar (38) paman korban, pelecehan dan percobaan pemerkosaan ini dilakukan oleh oknum kepala desa Banjar Ratu,  Kecamatan Gunung Labuhan, Kabupaten Way Kanan.

"Iya istri dari anak adik bapak saya mengalami pelecehan oleh pak lurah nya sendiri, sampai sekarang belum lapor karena masih takut," ujarnya saat memberikan keterangan kepada Kupastuntas.co Sabtu (21/05/2022).

Yang mengejutkan dari kasus ini adalah, menurut Miskar, suami korban yang masih keponakannya merupakan anak buah sang kades, alias sebagai sekretaris kampung (Sekdes) di desanya.

"Iya ponakan saya itu bekerja di kelurahan sebagai sekretaris, saat kejadian itu istri keponakan saya dirumah hanya sendiri, jadi pak lurah itu melakukannya saat keadaan rumah kosong," ungkapnya.

Di lain tempat, Suhardi (25) suami korban mengatakan, benar telah terjadi pelecehan seksual dan percobaan pemerkosaan yang dilakukan oleh kepala desa kepada istrinya. 

"Saat kejadian itu saya sedang tidak dirumah, sekitar jam 8 itu saya keluar, kejadian itu terjadi sudah 1,5 bulan yang lalu, pagi hari itu kejadian nya sekitar jam 9 setelah saya pergi dan istri saya berada di rumah sendiri," ujarnya.

Suhardi mengatakan, setelah Ia pergi tiba-tiba pak lurah datang ke rumah dan menanyakan dirinya kepada istrinya untuk diajak pergi ke kebun.

"Istri saya lagi ngoret dibelakang rumah tiba-tiba pak lurah datang dan menanyakan saya, dijawab, saya tidak berada di rumah, dan lurah itu meminta diambilkan pena dan kertas didalam rumah, saat didalam rumah istri saya tiba-tiba dipeluk dari belakang dan istri saya berontak, sembari bilang akan diadukan kepada saya," ungkapnya.

Suhardi mengatakan, istrinya tidak sampai diperkosa dan hanya mengalami kontak fisik saja. 

"Istri saya tidak sampai diperkosa, saya belum melaporkan kejadian ini karena saya takut, saya orang kecil jadi takut, harus ada pendampingan, tapi kakaknya pak lurah sudah mengetahui dan dia bilang akan segera berbicara dengan adiknya, tapi sampai saat ini saya tunggu belum ada iktikad baik," tuturnya.

Sementara itu Kepala Dinas Perlindungan Perempuan Anak dan Keluarga Berencana, Indra Kesuma mengatakan, sejauh ini belum mendapatkan info terkait peristiwa itu.

"Iya kami sangat menyesalkan jika kejadian ini benar, kami akan segara lakukan pendampingan terhadap korban dan keluarganya, saya segera perintahkan kepada UPT PPA untuk mendatangi korban sehingga bisa didapat info yang akurat," tuturnya.

Sementara itu saat Kupastuntas.co konfirmasi kepada Kepala Desa Kampung Banjar Ratu, Yuke mengatakan, ia tidak tahu menahu soal kejadian itu.

"Tidak ada, saya ini sama sekdesku, sudah seperti keluarga sendiri," tutupnya. (*)