• Selasa, 28 Juni 2022

Program BIAN di Pringsewu Lampung Sasar 75 Ribu Anak

Jumat, 20 Mei 2022 - 16.19 WIB
83

Kepala Seksi Surveilans dan Imunisasi Dinkes Pringsewu, Yudhistira Adi Nugraha, saat dimintai keterangan, Jumat (20/5/2022). Foto: Gamel/Kupastuntas.co

Kupastuntas.co, Pringsewu - Pemerintah Kabupaten Pringsewu, Provinsi Lampung melalui Dinas Kesehatan Pringsewu menargetkan 75.669 anak tervaksin dalam program Bulan Imunisasi Anak Nasional (BIAN) yang mulai diselenggarakan pada bulan Mei ini.

Kepala Seksi Surveilans dan Imunisasi Dinkes Pringsewu, Yudhistira Adi Nugraha menyampaikan, untuk pelaksanaan BIAN di Pringsewu ditargetkan semua tervaksin 100 persen.

"Sampai saat ini kita masih belum jarum suntik dari pihak provinsi. Jadi pelaksanaan BIAN masih menunggu barang tersebut datang kepada Dinas Kesehatan Pringsewu," kata Yudhistira, saat dikonfirmasi, Jumat (20/5/2022).

Apabila logistik barang yang dibutuhkan sudah tersedia, maka Senin pekan depan program BIAN akan dimulai di Pringsewu, dengan mengandeng pihak sekolah, Posyandu dan Puskesmas.

"Namun untuk permulaan, kegiatan akan difokuskan di sekolah-sekolah terlebih dahulu. Sedangkan untuk di Posyandu dan Puskesmas direncanakan pada awal bulan Juni mendatang," terangnya.

Adapun tujuan dari program BIAN ini sendiri diantaranya untuk menghentikan transmisi virus campak dan rubella di semua Kabupaten/Kota di seluruh Indonesia pada tahun 2023, dan mendapatkan sertifikasi eliminsi campak dan rubella/CRS pda tahun 2026 dari SEARO.

Kedua mempertahankan Indonesia bebas polio dan mewujudkan eradikasi polio global di tahun 2026 serta mengendalikan penyakit difteri dan pertusis.

Sementara itu, ada dua kegiatan yang dilakukan pada kegiatan BIAN, pertama Imunisasi Tambahan (Campak dan Rubela) menyasar pada anak usia 9 bulan - kurang dari 12 tahun dan kedua, Imunisasi Kejar berupa pemberian satu atau lebih jenis imunisasi seperti (OPV, IPV, dan DPT-HB-Hib) yang menyasar pada anak usia 12 bulan sampai dengan 59 bulan.

Terlaksananya BIAN, menurutnya dapat membantu menutup jarak (gap) vaksinasi pada anak-anak yang sebelumnya putus akibat pandemi Covid-19, sehingga diharapkan daya tahan tubuh mereka akan menjadi kuat melawan berbagai penyakit.

"Momen ini sangat penting karena dapat melindungi anak-anak indonesia dari penyakit (PD3I) atau penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi seperti (campak, rubela, polio, tetanus, difteri, hepatitis B dan lainnya)," pungkasnya. (*)


Video KUPAS TV : Bandar Lampung Target Sasaran Imunisasi Measless Rubella