• Jumat, 01 Juli 2022

Pelaku UMKM Bung Karno Siap Tingkatkan Kualitas Produk Guna Menyambut Walikota se-Indonesia

Minggu, 15 Mei 2022 - 12.38 WIB
60

Situasi Taman UMKM Bung Karno, Minggu (15/5/2022). Foto: Sri.kupastuntas.co

Sri

Kupastuntas.co, Bandar Lampung - Pelaku UMKM Bung Karno siap meningkatkan kualitas produk guna menyambut Walikota se-Indonesia, dalam perhelatan Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) yang digelar pada 27-29 Mei mendatang.

Seperti halnya, Vivi yang mengaku dalam menyambut Apeksi nanti akan membuat kemasan semenarik mungkin, agar produk makanannya bisa jadi oleh-oleh dibawa keluar kota.

"Kalau saya kan mereknya empek-empek Makasar. Nanti kita sediakan wadah atau apa, ya pokoknya nanti kita bagusin kemasannya," ujarnya, saat ditemui kupastuntas.co di Taman UMKM Bung Karno, Minggu (15/5/2022).

Vivi berharap, dengan produknya dikemas dengan baik akan banyak yang berbelanja dan tentunya laris.

"Hari ini alhamdulillah jam 09.00 WIB sudah habis dagangannya, ini termasuk sepi. Biasanya jam 08.00 WIB sudah habis," terangnya.

Sementara, Fadilah pedagang makanan khas Lampung, seperti segubal, bebai maghing, juga ada kopi robusta dari Way Kanan dan makannan khas lainnya.

"Tadi segubal diborong orang untuk ke Palembang, jadi ya Alhamdulillah di hari kedua ini sudah mulai ramai. Apalagi jelang Apeksi di tanggal 28 Mei ini akan kita sediakan yang lebih banyak lagi," ungkap Fadila.

Karena memang saat Apeksi lanjutnya, nanti biasanya kalau pengunjung dari luar daerah akan mencari makanan khas Lampung.

"Kita juga menjaga kualitas, karena kadang makanan boleh sama tapi khas dan kualitas suka beda. Terlebih segubal kita juga sudah sampai kemana-mana, seperti Surabaya, Lombok, Yogyakarta dan lainnya karena kita juga berjualan lewat online," terang Fadilah.

Dari pantauan kupastuntas.co di Taman UMKM Bung Karno hari kedua ini, masih banyak pedagang yang belum berjualan. Hal itu terlihat masih banyaknya tempat yang kosong belum terisi oleh pedangan.

Di lokasi juga tersedia sentra vaksin Covid-19 secara gratis yang disediakan dinas Kesehatan kota Bandar Lampung. (*)


Video KUPAS TV : Warga Lampung Selatan Diduga Diperbudak di Negeri Jiran