• Rabu, 18 Mei 2022

Punya 12 Mesin Hemodialisa, RSUD Ryacudu Hanya Layani 15 Pasien Cuci Darah

Sabtu, 14 Mei 2022 - 10.18 WIB
252

Ruang Hemodialisa (HD) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Mayjen Ryacudu Kotabumi Lampura. Foto : Riki/Kupastuntas.co

Kupastuntas.co, Lampung Utara - "Jauh panggang dari api" mungkin itulah ungkapan yang tepat bagi pelayanan maksimal Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Mayjen Ryacudu Kotabumi Lampura terhadap masyarakat terutama pasien Hemodialisa atau dikenal pasien cuci darah terpaksa ke Bandar Lampung karena keterbatasan layanan RSUD kebanggaan Kabupaten Tunas Ragem tersebut.

Pasalnya, semenjak tahun 2019 lalu ruang Hemodialisa (HD) telah memiliki 12 Unit mesin HD hingga mampu melayani minimal 72 pasien penderita gagal ginjal namun kenyataannya hanya 15 setiap bulannya.

Salah satu pasien HD asal Lampura menjelaskan, dirinya telah mendaftarkan diri untuk menjalani cuci darah di RSUD Ryacudu sejak tahun 2019 namun tidak kunjung dilayani karena kemampuan RS hanya sekitar 15 orang.

"Jangan disebutkan nama saya bang nanti malah jadi masalah saya tidak dilayani disini (RSUD Ryacudu), daftar tunggu pasien cuci darah disini sudah ratusan orang tapi ngak bisa cuci darah padahal mesin HD banyak sehingga kami harus jauh ke Bandar Lampung," jelas pasien tersebut, Sabtu (24/05/2022).

Dirinya juga mengatakan dalam satu minggu harus dua kali cuci darah sehingga menguras tenaga dan waktu serta biaya yang tinggi.

"Pengobatan memang ditanggung BPJS kesehatan bang, tapi bolak-balik ke Bandar Lampung memerlukan biaya yang tidak sedikit maka kami sangat berharap agar dapat berobat di Kotabumi ini saja" harapnya sembari matanya berkaca-kaca.

Menanggapi hal tersebut Direktur RSUD Ryacudu, dr. Kholif Paku Alamsyah membenarkan keterbatasan pelayanan HD masih menjadi pekerjaan rumah bagi pihaknya karena kurangnya SDM pengoperasian mesin HD.

"Sebetulnya saya belum bisa banyak komentar karena walaupun mesin kita banyak namun terkendala dengan keterbatasan SDM pengoperasian mesin yang harus memiliki kriteria tertentu," jelas Kholif.

Direktur RSUD Ryacudu menjelaskan bahwa terdapat regulasi tertentu dari SDM mesin HD sehingga pasien layanan BPJS kesehatan cuci darah kuotanya terbatas.

"Tahapan untuk memaksimalkan pelayanan HD memiliki tahapan yang panjang dan mudah-mudahan dapat lebih baik lagi," pungkas Kholif.

Untuk diketahui Bupati Lampung Utara sebelumnya, Agung Ilmu Mangkunegara pada tahun 2015 telah meresmikan satu unit gedung baru untuk ruang terpadu ICU, Hemodialisa dan Trauma Center.

Khusus Ruang HD saat itu memiliki mesin HD 4 unit dengan kemampuan 24 pasien cuci darah setiap bulan dan pada tahun 2019 RSUD Ryacudu telah mempersiapkan 12 unit mesin Hemodialisa atau mesin cuci darah yang bertujuan memperluas layanan kesehatan pasien penderita gagal ginjal tersebut. (*)