• Rabu, 18 Mei 2022

Buntut Keributan Satpol PP VS Anak Punk, Konser Band Punk di Metro Terancam Dibubarkan

Sabtu, 14 Mei 2022 - 18.56 WIB
3.4k

Dodi, salah satu anggota komunitas Punk asal Palembang saat menerangkan alasannya datang ke Metro untuk hadiri konser Halalbihalal. Foto: Arby/Kupastuntas.co

Kupastuntas.co, Metro - Pasca kerusuhan di Samber Park, terungkap fakta bahwa puluhan anggota komunitas Punk yang diamankan Polisi datang ke Kota Metro untuk menghadiri konser Halalbihalal bertema Metro Street Culture #6. Di kawasan Wisata Sumbersari, Kecamatan Metro Selatan. Berkaca pada hal itu, polisi berencana akan membubarkan konser yang dihelat pada Minggu (15/5/2022) besok. 

Dalam kegiatan tersebut, rencananya sebanyak 21 grup band Punk dijadwalkan manggung di wisata Alas Puri, Kelurahan Sumbersari. Puluhan Grup band punk yang bakal manggung tersebut berasal dari dalam maupun luar Kota Metro, beberapa diantaranya bahkan berasal dari Kota Bandung, Jawa Barat.

Sejumlah anggota komunitas Punk yang diamankan Polisi mengaku datang ke Metro sejak tiga hari lalu. Saat kerusuhan berlangsung mereka sedang berada di Taman Merdeka.

"Pas kejadian itu saya lagi nongkrong di taman pak, saya tidak tahu pas kerusuhan itu. Saya hanya nongkrong sambil jaga parkir di taman pak, saya baru tiga hari ini di Metro karena mau hadir ke acara Minggu besok," ucap Daniel Anggota komunitas Punk asal Way Abung, Kabupaten Tulang Bawang Barat, Sabtu (14/5/2022).

Baca Juga: Ini Motif Komplotan Komunitas Punk Rusak Pos Samber Polres Metro

Hal senada juga diutarakan seorang ladies Punk bernama Lala. Wanita yang merupakan anggota Komunitas Punk asal Kabupaten Tulang Bawang tersebut mengaku tidak ikut terlibat dalam penyerangan pos pantau Samber Park.

"Pas kejadian kemarin kami tidak ikut, kami lagi di WC. Kami tidak ikut penyerangan itu, kami ke Metro untuk datang acara halalbihalal, silaturahmi dan kumpul bareng. Ya pesertanya seluruh teman-teman di Indonesia yang mau datang, ada yang dari Jawa juga," ucap Lala. 

Sementara itu, pengakuan lainnya diutarakan anak Punk asal Kota Palembang, Sumatera Selatan. Ia mengaku datang ke Bumi Sai Wawai untuk menghadiri dua agenda kegiatan Punk.

"Tujuan pertama saya datang ke Metro untuk hadir di acara 40 harinya kawan yang pernah meninggal di Samber. Terus kedua kita mau hadir acara halalbihalal di Bantul. Acaranya ya sudah ada izinnya, sudah tembus di dinas sama di Polisi. Kita taunya sudah ada izin, karena panitia yang urus. Yang main juga band-band Kota Metro sama luar, dari Jawa," jelas Dodi, anggota Komunitas Punk asal Kota Palembang.

Dodi bercerita, sebelum ditangkap ia bersama sejumlah rekannya sedang mengamen di Samber Park lalu kemudian terjadi insiden baku hantam antara anak Punk dan Pol-PP.

"Kita tidak ikut semalam, kita lagi pada ngamen di dekat samber. Kita liat ada kawan yang lagi ribut sama Pol-PP, abis itu terjadilah serang-serangan rame dan Pol-PP nya lari ke pos Polisi. Abis dari pos itu saya tidak ikut lagi, karena saya ketemu abang-abang saya, saya disuruh kabur, terus ketangkap," bebernya.

Atas insiden tersebut, ia mengaku menyesal datang ke Kota Metro. Meski begitu, ia berharap Pemerintah Kota Metro dapat menerima kehadiran komunitas Punk di kota tersebut.

"Kalau penyesalan pasti ada om, kita juga tidak mau begini, anarkis. Harapan kami kepada pemerintah Kota Metro jangan terlalu anarkis dengan kita. Kalau sekedar ngamen ya biar saja, kita juga mau cari makan om. Harusnya kita dibina bukan begini jadinya, kita juga ngamen tidak pernah maksa," pungkasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Kasat Pol-PP Kota Metro, Imron menjelaskan bahwa ramainya anak Punk di Metro untuk menghadiri sejumlah kegiatan komunitas Punk.

"Kejadian semalam itu spontanitas, aslinya punk Metro itu tidak banyak. Mereka itu besok Minggu akan ada pertemuan di Bumi Perkemahan terkait dengan acara halalbihalal dan 40 hari temannya yang meninggal itu. Saya sudah konfirmasi ke kepala Disporapar memang ada surat pemberitahuan itu, tapi Disporapar tidak mengizinkan dan mengarahkan untuk menyampaikannya ke Satgas Covid-19," terangnya.

Imron menegaskan, pihaknya bersama Polres Metro bakal membubarkan kegiatan komunitas Punk di kawasan Wisata Sumbersari pada Minggu (15/5/2022).

"Jadi hari Minggu besok semua anak punk dari mana saja di undang oleh mereka. Ada hikmahnya juga peristiwa semalam itu, sehingga kami sepakat semalam itu dengan pak Waka Polres dan KabagOps nantinya akan kita PAM. Jadi semua Polisi dan Pol-PP kita kerahkan ke Buper untuk membubarkan mereka. Peristiwa ini menjadi salah satu alasannya," tandasnya. (*)