• Selasa, 28 Juni 2022

Penyakit Mulut dan Kuku Ditemukan di Jawa Timur, Pemkab Lamsel Perketat Lalu Lintas Hewan Ternak

Rabu, 11 Mei 2022 - 13.37 WIB
47

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan) Kabupaten Lamsel, Rini Ariasih saat dimintai keterangan. Foto : Imanuel/Kupastuntas.co

Kupastuntas.co, Lampung Selatan - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan (Lamsel) perketat lalu lintas hewan ternak sebagai langkah antisipasi penyebaran penyakit mulut dan kuku yang telah ditemukan di Jawa Timur.

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan) Kabupaten Lamsel, Rini Ariasih mengatakan, pengawasan terhadap lalu lintas hewan ternak akan diperketat baik yang masuk maupun yang keluar wilayah Lamsel.

"Pencegahannya yang pertama kita akan membatasi atau memperketat hewan ternak baik yang masuk maupun yang keluar. Kita tidak memperbolehkan hewan ternak datang dari daerah yang sudah tertular. Kita hanya menerima hewan yang bebas dari penyakit itu," katanya, Rabu (11/05/2022).

Dia menjelaskan, Bupati Lamsel pun akan mengeluarkan surat edaran untuk mengantisipasi adanya temuan penyakit mulut dan kuku itu di Pulau Jawa. 

"Insyaallah sore ini suratnya akan kami kirim kan ke pak Bupati. Bahkan kemarin kita juga sudah rapat dengan provinsi terkait hal ini," tuturnya.

Rini pun memastikan hingga saat ini tidak ditemukan penyakit itu di Lamsel. "Sebelum lebaran terdeteksi di Jawa Timur. Kita langsung stop pengiriman dari sana. Jadi ya belum ada disini," ucapnya.

Penyakit hewan ternak itu, kata Rini, dapat menular langsung, sehingga para peternak juga diimbau dapat selalu menjaga kebersihan kandang ternak masing-masing.

"Kepada peternak juga kami mengimbau untuk memperhatikan sanitasi dikandang. Itu tidak terlalu sulit, bisa pakai deterjen biasa disemprotkan ke kandang. Jadi itu udah langkah-langkah antisipasi," jelasnya.

Mantan Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Lamsel ini menambahkan, penyakit mulut dan kuku itu akan sangat berdampak jika menyebar sampai ke Lamsel karena dapat menurunkan harga bahkan sampai mematikan hewan ternak.

"Secara ekonomi itu dapat menurunkan karena dengan penyakit itu bisa mematikan hewan ternak," tandasnya. (*)

Video KUPAS TV : GANDENG POLRES | 500 PAKET TAKJIL DIBAGIKAN DPC PBB PRINGSEWU