Peratin Petahana Tumbang Karena Tak Mampu Kelola Dana Desa
Bupati Parosil Mabsus saat menghadiri pelantikan 7 Peratin (Kepala Desa) terpilih di Kecamatan Batu Brak yang di pusatkan di Pekon (Desa) Kerang, Selasa (10/5/2022).
Kupastuntas.co, Lampung Barat - Bupati Lampung Barat, Parosil Mabsus menegaskan, faktor utama yang menyebabkan tumbangnya Peratin (Kepala Desa) petahana dalam pemilihan serentak dikarenakan kurangnya kepercayaan masyarakat terhadap pengelolaan Dana Desa (DD).
Hal tersebut disampaikan Bupati Parosil Mabsus saat menghadiri pelantikan 7 Peratin (Kepala Desa) terpilih di Kecamatan Batu Brak yang di pusatkan di Pekon (Desa) Kerang, Selasa (10/5/2022).
"Peratin (Kepala Desa) petahana yang tumbang pada pemilihan peratin serentak faktor utamanya adalah tidak percayanya masyarakat terhadap pengelolaan Dana Desa (DD) kepada Peratin sebelumnya," tegasnya
Penyebabnya, banyak masyarakat yang seharusnya layak mendapat Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa tetapi justru tidak mendapatkan bantuan tersebut karena hanya faktor suka dan tidak suka.
"Inilah yang menyebabkan terjadinya kecemburuan sosial terhadap sesama masyarakat, yang menyebabkan tingkat kepercayaan masyarakat terhadap peratin menurun bahkan hilang sehingga masyarakat tidak lagi mempercayai peratin untuk kembali memimpin Pekon nya," imbuhnya.
Parosil menekankan, pembagian BLT-DD merupakan kewenangan penuh peratin untuk menentukan masyarakat yang berhak atau tidak untuk mendapatkan bantuan tersebut.
"Sehingga baik pemangku ataupun Peratin harus benar-benar selektif dalam memilih Keluarga Penerima Manfaat (KPM) BLT-DD agar tidak menimbulkan kecemburuan sosial, dan memang harus sesuai kriteria penerima sehingga tidak tumpang tindih dengan bantuan yang lain. Jangan hanya karena faktor suka tidak suka ada tetangga, saudara bahkan keluarga yang layak untuk mendapatkan bantuan justru dilupakan," tandasnya. (*)
Berita Lainnya
-
Truk Box Tabrak Fuso Mogok di Lampung Selatan, Tiga Korban Meninggal
Rabu, 31 Desember 2025 -
Kinerja Tanpa Kompromi: Kantor Imigrasi Kalianda Akhiri 2025 dengan Pengawasan Ketat dan Pelayanan Prima
Rabu, 31 Desember 2025 -
Puncak Arus Nataru di Bakauheni–Merak Terjadi H+3 Natal, 44 Ribu Penumpang Menyeberang
Senin, 29 Desember 2025 -
Selama Libur Nataru, ASDP Bakauheni Operasikan 35 Unit Kapal
Senin, 29 Desember 2025









