• Jumat, 01 Juli 2022

Memilukan, Kisah Fatmawati Warga Tanggamus Hidup Sebatangkara Hingga Alami Gangguan Jiwa

Selasa, 26 April 2022 - 16.52 WIB
170

Kapolsek Sumberejo, AKP Rumadi saat menyambangi dan memberi bantuan untuk Fatmawati. Foto: Sayuti/Kupastuntas.co

Kupastuntas.co, Tanggamus - Namanya Fatmawati (38), tinggal di Dusun Sumberkarya II RT/RW 002/004 Pekon Sumberejo, Kecamatan Sumberejo, Kabupaten  Tanggamus. Ia tinggal sebatang kara tanpa kerabat apalagi orang tua.

Tujuh tahun lalu, atau tepatnya saat Fatmawati berusia 31 tahun, dara manis berkulit kuning langsat ini harus kehilangan kedua orang tuanya yang meninggal dunia.

Sejak itu Fatmawati hidup sebatang kara. Dan beban hidup yang berat ditambah hilangnya kedua penopang hidupnya menyebabkan ia mengalami goncangan jiwa yang sangat hebat. Gadis malang ini akhirnya mengalami gangguan jiwa.

Sejak itu Fatmawati hidup sebatang kara di rumah peninggalan orang tuanya. Kesehariannya ia hanya duduk di atas tempat tidur dari bambu tanpa alas apapun di salah satu ruangan gelap rumahnya, lantaran rumahnya tidak memiliki penerangan yang memadai. 

Beruntungnya, ada tetangga yang baik hati dan peduli merawat Fatmawati. Orang tersebut bernama Suranti, nenek 50 tahun yang rumahnya berjarak 200 meter dari rumah Fatmawati. 

Suranti, setiap hari memberi makan dan memandikan, membersihkan kotoran Fatmawati, bahkan ini di lakukan Suranti  sejak orang tua Fatmawati meninggal. 

Dalam keterangannya, Suranti mengatakan, bahwa Fatmawati mengalami gangguan jiwa sejak 7 tahun lalu, setelah kedua orang tuanya meninggal dunia. 

"Setelah ibu dan ayahnya meninggal dunia, waktu Fatmawati duduk di bangku kelas satu SMP, jiwanya mulai terguncang. Pastinya karena orang tua sangat berharga," kata Suranti.

Kini Suranti, mengaku sangat kesulitan karena di rumah Fatmawati tidak ada listrik dan tidak ada air bersih, sehingga ia merasa kesusahan untuk memandikan Fatmawati, sebab ia harus membawa air dari rumahnya saat hendak memandikan Fatmawati. 

Suranti berharap adanya bantuan pemerintah maupun dermawan yang mau peduli terhadap kehidupan Fatmawati yang sebatang kara dengan gangguan jiwa tersebut. 

"Kami masyarakat merasa kasihan melihat kondisi Fatmawati dan harapanya meminta dinas terkait serta dermawan bisa membantu untuk pengobatan Fatmawati," harapnya. 

Harapan lainnya disampaikan Rina Dewi, tetangga dan masyarakat Sumberejo yang turut prihatin dan berharap agar Fatmawati bisa mendapatkan pengobatan dan bantuan. 

"Kalau bisa ya ada bantuan pengobatan dari Dinas Sosial maupun tangan-tangan dermawan. Harapannya Fatmawati dapat sembuh seperti sediakala," katanya.

Dilain pihak, mendengar informasi ada  gadis yatim piatu di sebuah rumah yang alami gangguan jiwa, Polsek Sumberejo Polres Tanggamus langsung bergerak memberikan bantuan, Selasa (26/4/2022). 

Kapolsek Sumberejo, AKP Rohmadi mengungkapkan, bantuan yang diberikan pihaknya bersama aparatur pekon berupa uang tali asih, paket bahan pokok, memasang lampu penerangan dan memasang saluran air bersih. 

"Bantuan untuk Fatmawati diserahkan kepada Suranti selaku ibu angkat atau orang yang mengurus Fatmawati selama ini," kata Rohmadi.

AKP Rohmadi menjelaskan, rangkaian kegiatan tersebut merupakan program "Jiwaku Penolong" yang di gaungkan Kapolda Lampung. 

"Kegiatan ini merupakan tindak lanjut, program -Jiwaku Penolong- sebagai bentuk kepedulian Polri khususnya Polda Lampung kepada masyarakat yang membutuhkan," jelasnya. 

Sambungnya, tujuannya agar Fatmawati bisa hidup dengan layak dan kami akan kordinasi dengan pihak kecamatan serta dinas sosial untuk menindaklanjuti. 

Kapolsek berharap Fatmawati bisa segera sembuh, "semoga Fatmawati bisa sembuh dan bisa hidup dengan layak ditengah tengah masyarakat," harapnya. (*)

Video KUPAS TV : MANTAN NAPITER ISIS BEBAS