• Senin, 27 Juni 2022

Waduh, Ratusan Kades dan Aparat Desa di Tanggamus Serbu Kantor Bupati

Senin, 25 April 2022 - 19.12 WIB
346

Tampak ratusan kades dan aparat desa di Tanggamus saat menyampaikan aspirasi mereka di depan kantor sekretariat kabupaten setempat. Foto:

Kupastuntas.co, Tanggamus - Ratusan Kepala Pekon  (kepala desa) dan aparatur Pekon se-Kabupaten Tanggamus datangi kantor Bupati Tanggamus di kompleks perkantoran pemkab setempat, Senin (25/4/2022).

Uniknya, kedatangan kepala pekon dan aparatur pekon tersebut menggunakan mobil ambulan pekon masing-masing. Sehingga iring-iringan mobil tersebut "memutihkan" jalanan dilingkungan Pemkab Tanggamus.

Kedatangan mereka menuntut Pemkab Tanggamus segera mencairkan Anggaran Dana Pekon (ADP) yang masih "mengendap" di Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD), yang berdampak Penghasilan Tetap (Siltap) kepala pekon dan aparat pekon, seperti Sekdes, Kaur, Kasi dan Kadus, belum dibayarkan.

Kordinator Lapangan (korlap) aksi, Sabil dalam orasi yang disampaikan di depan pintu utama kantor Sekretariat, dan dikawal ketat aparat keamanan, menuntut agar ADP yang merupakan gaji kepala Pekon dan aparat pekon segera dicairkan.

"ADP selama Januari sampai April 2022 harus dicairkan sebelum lebaran," kata Sabil yang juga ketua DPK Kecamatan Kota Agung.

Selain itu, mereka juga menuntut pencairan bantuan dana hibah Asosiasi Pemerintahan Desa Seluruh Indonesia (Apdesi) Kabupaten Tanggamus yang sampai saat ini belum juga dicairkan.

"Kemudian, dana Hibah Apdesi disetujui Rp150 juta, namun dalam perjalanannya Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah menyetujui Rp100 juta," ujar Sabil.

Tidak itu saja, massa juga meminta Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah, Suaidi, mundur jika tidak bisa mengurus keuangan di Kabupaten Tanggamus.

Mereka juga menyinggung gaji aparat pekon yang tidak pernah naik dibandingkan dengan kabupaten pemekaran Kabupaten Tanggamus, yakni Kabupaten Pringsewu,  dan meminta pergantian mobil dinas Apdesi yang sudah rusak tidak terpakai.

Mereka mengancam akan kembali berunjuk rasa dengan massa yang lebih banyak apabila tuntutan mereka tidak dipenuhi sebelum lebaran, karena menurut mereka dana tersebut sangat diperlukan untuk membeli kebutuhan lebaran yang hanya tinggal menghitung hari.

Massa akhirnya ditemui Asisten I Bidang Pemerintahan Setkab Tanggamus, Faturrahman. Sempat terjadi ketegangan saat Faturrahman membentak peserta aksi yang menunjuk-nunjuk kearah dimana Faturrahman berdiri di teras atas kantor Setkab.

"Kenapa kamu nunjuk-nunjuk. ADP itu bukan tidak dicairkan tapi belum dicairkan, saat ini masih dalam proses, saya minta perwakilan aksi untuk koordinasi di ruangan," kata Faturrahman sambil menunjuk-nunjuk massa.

Akhirnya diambil kata sepakat dilakukan dialog antara perwakilan massa dengan pihak Pemkab Tanggamus yang diwakili Asisten I Faturrahman, dan Asisten III Jonsen Vanesa.

Ketua DPC Apdesi Kabupaten  Tanggamus, Zudarwansyah, mengatakan dari hasil pertemuan dengan Asisten I dan Asisten III telah disepakati bahwa Pemkab Tanggamus akan berupaya mencairkan ADP tersebut sebelum Idul Fitri tahun ini yang tinggal beberapa hari.

“Mereka akan berupaya mencairkannya sebelum Lebaran sebesar 25 persen. Bagi pekon yang belum mengurus perlengkapan administrasi seperti pembuatan rekening baru agar segera disiapkan,” ujar Wan Talo, panggilan akrab Zudarwansyah.

Dari pertemuan tersebut  menghasilkan kesepakatan, antara lain: 

1. Saat ini pencairan dana sedang dalam proses dan besok diyakinkan sudah bisa terealisasi.

2. Untuk kepala dinas keuangan kabupaten Tanggamus saat ini sedang berkoordinasi dengan Bank Lampung serta BRI karena untuk prosesnya memakan waktu 2 sampai 3 hari.

3. Untuk pencairan dana ADP 25 % /ADD 40% sesuai peraturan daerah. (*)

Video KUPAS TV : TIMBUN PERTALITE HAMPIR 2000 LITER | WARGA LAMPURA TERANCAM DENDA 60 MILIAR