Water Barrier di Simpang Masjid Agung Kalianda Dipastikan Bakal Segera Dipasang Kembali
Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Lamsel AKP Jonnifer Yolandra, saat dimintai keterangan. Foto : Imanuel/Kupastuntas.co
Kupastuntas.co, Lampung Selatan - Water Barrier atau pembatas jalan di Simpang Simpur atau Simpang Masjid Agung, Kecamatan Kalianda Lampung Selatan (Lamsel) dipastikan bakal segera terpasang kembali.
Hal itu diungkapkan oleh Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Lamsel AKP Jonnifer Yolandra, Selasa (22/03/2022).
Dia mengatakan pihaknya saat ini masih melakukan pengumpulan Water Barrier yang akan dipasang dititik rawan kecelakaan itu untuk menggantikan Water Barrier yang sebelumnya telah rusak.
"Memang 1 -2 hari ini kita sedang mengumpulkan Water Barrier. Kami akan memberikan lagi Water Barrier disitu, sekarang masih proses pengumpulan," katanya.
Di Simpang Masjid Agung itu, kata dia, pihaknya akan melakukan rekayasa lalu lintas dengan memasang Water Barrier di sepanjang jalan itu.
"Memang kalau dari arah kita Polres menuju Masjid Agung kalau pengguna jalan langsung belok ke kanan memang agak riskan, kami akan rekayasa jalan. Jadi kalau yang akan menuju arah dalam itu bisa lurus, tidak belok melewati arah Pemda. Bisa belok ditikungan setelahnya," lanjutnya.
Dia pun mengimbau supaya para pengendara kendaran baik roda dua maupun roda empat dapat selalu berhati-hati dan terus memperhatikan batas kecepatan.
"Untuk yang melintas di jalur tol maupun arteri lebih berhati-hati, atur kecepatan jangan melebihi batas kecepatan," imbaunya.
Sebab, tambah AKP Jonnifer, terdapat beberapa titik rawan kecelakaan lainnya disepanjang jalan Kabupaten Lamsel seperti di turunan Tarahan Kecamatan Katibung.
"Kita ada di turunan Tarahan, kontur jalannya dari Bakauheni menurun sedikit curam jadi membuatnya menjadi titik rawan laka. Kemudian di Natar karena jalannya sempit, padat dan banyak dilalui kendaraan berat," tambahnya.
Sementara Kanit Laka Lantas Satlantas Polres Lamsel Ipda Pery Gunawan mengatakan pihaknya saat ini masih berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan dan Balai Pengelola Transportasi Darat dalam pengadaan Water barier tersebut.
"Masih koordinasi sama Dishub dan BPTD untuk water barriernya," jelasnya. (*)
Berita Lainnya
-
H-10 Hingga H-5 Lebaran: 363.607 Pemudik Masuk Sumatera, Puncak Mudik Diprediksi 19 Maret
Selasa, 17 Maret 2026 -
Kapolda, Gubernur, dan Pangdam Turun Langsung Pantau Arus Mudik di Bakauheni
Senin, 16 Maret 2026 -
Lonjakan H-6 Lebaran, 88 Ribu Pemudik Menyeberang dari Jawa ke Sumatera
Senin, 16 Maret 2026 -
Penyidikan Kasus Anak di Sidomulyo Berlanjut, Polisi Dalami Petunjuk Jaksa dan 13 Nama
Minggu, 15 Maret 2026








