• Rabu, 07 Desember 2022

Sekretaris DPD PDIP Lampung Sutono Kunjungi Rumah Baduy, Ini Penjelasan Bupati Tubaba

Senin, 21 Maret 2022 - 21.11 WIB
192

Bupati Tulang Bawang Barat, Umar Ahmad bersama fungsionaris DPD PDIP Provinsi Lampung dan DPC PDIP Tubaba saat mengunjungi Rumah Baduy di kabupaten setempat, Senin (21/3/2022).

Kupastuntas.co, Tulang Bawang Barat - Bupati Tulang Bawang Barat (Tubaba) Umar Ahmad bersama fungsionaris DPD PDIP Provinsi Lampung dan DPC PDIP Kabupaten Tubaba mengunjungi Rumah Baduy di kabupaten setempat, Senin (21/3/2022).

Bupati Tubaba Umar Ahmad menjelaskan, awalnya ada tujuh orang Baduy datang ke Tulang Bawang Barat dan membawa satu unit rumah dan memberikan rumah tersebut untuk pembangunan kawasan Uluan Nughik.

Baca juga : Buka Pendidikan Kader Pratama Angkatan I DPC PDIP Tubaba, Sutono: Satu Tarikan Nafas untuk Besarkan Partai

"Rumah Baduy itulah yang kita jadikan simbol peletakkan batu pertama kawasan Uluan Nughik," kata Bupati Umar.

Umar menambahkan, sebelummya banyak pro kontra dari masyarakat dengan hadirnya adat Baduy yang rumah khasnya menjadi simbol kawasan Uluan Nughik.

"Banyak yang mengkritisi kenapa Rumah Baduy yang menjadi simbol, banyak pertanyaan mengapa Baduy, padahal ini kan tanah Tulang Bawang bukankan tanah ini Lampung, padahal Lampung juga memiliki keagungan budaya dan keluhuran budaya," jelasnya.

Namun dengan pro kontra dengan hadirnya adat Baduy tersebut, dirinya menjawab bahwa tidak ada satu pun diantara manusia yang memiliki kuasa untuk menentukan lahir dimana, hidup besar dan akan pulang melalui bumi yang mana, semua adalah kuasa Tuhan.

Baca juga : PDI-P Lampung Usulkan 'Pulung Fair' di Pasar Modern Pulung Kencana Tubaba

"Ya karena sering dikritik dan sering ditanya akhirnya kita menemukan jawaban kenapa Baduy yang menjadi simbol, karena Baduy tidak hanya memberikan fisik ke kabupaten kita, namun Baduy memberikan nilai-nilai yaitu pertama soal kesederhanaan, kesetaraan dan kelestarian, dan nilai inilah yang melengkapi diri orang-orang Tubaba," ungkapnya.

Rumah Baduy dibangun pertama kali berdindingkan bilahan bambu pada 2017 lalu, namun kini penampakannya sudah sangat berbeda. Hal itu lantaran bangunan telah dipugar dan lebih kokoh, sehingga monumen bangunan asal Provinsi Banten tersebut terlihat lebih terjaga dan teramat indah.

"Dulunya bambu, tapi sekarang dengan kreatifitas kita, akhirnya kita memanfaatkan apa yang bisa digunakan, seperti di salah satu bangunan disini kita manfaatkan tiang-tiang listrik dari Lampung Tengah dengan menggunakan tenaga diesel, kita bangun lagi seperti ini sebetulnya spontanitas saja dengan ide-ide yang ada," ujarnya.

Sekretaris DPD PDIP Provinsi Lampung, Sutono mengatakan, dengan adanya nilai kelestarian yang dibawa Baduy ke Tubaba, dirinya bersama PDIP berencana akan membuat program ke depan yang mengarah ke lingkungan.

"Saya berharap sekali Tubaba dapat merintis dan mempersiapkan tentang program-program lingkungan salah satunya mengurangi sampah plastik, mengganti kresek plastik, dan sebagainya sehingga dengan program ini juga dapat meningkatkan kelestarian di Tubaba," tandasnya. (*)

Editor :