• Selasa, 23 April 2024

Fessy Farizqoh Founder Diskursus Network Ingin Bangkitkan Wisata Lampung Lewat Media Digital

Jumat, 18 Maret 2022 - 21.53 WIB
647

Fessy Farizqoh saat menjadi narsum dalam Kupas Podcast, sore hari ini, Jumat (18/03/22). Foto: Dok Kupastuntas.co

Sri

Kupastuntas.co, Bandar Lampung - Seiring perkembangan zaman, di era 4.0 banyak media digital atau online yang bermunculan. Namun tidak banyak media yang fokusnya hanya mengembangkan pariwisata dan ekonomi kreatif atau UMKM seperti Diskursus Network (DN) Lampung.

Sehingga bagi kalian sobat DN, yang ingin mengetahui bagaimana perkembangan pariwisata dan UMKM Lampung. Kalian harus pantengin baik portal berita, Youtube hingga IG nya DN Lampung.

Founder Diskursus Network Lampung, Fessy Farizqoh Alwi Assegaf, mengatakan, perkembangan pariwisata di Indonesia secara keseluruhan bagus, terlebih pemerintah pusat saat ini sedang menggalakkan pariwisata lokal.

Akan tetapi khusus untuk di Lampung, disini segalanya ada mulai dari laut, gunung serta punya kekayaan alam dan sebagainya. 

"Sehingga saya selalu berkata bahwa saya jatuh cinta sama provinsi Lampung. Jatuh cintanya karena di Lampung semuanya ada disini," ujar Fessy, saat menjadi narsum di Kupas Podcast dengan tema perkembangan pariwisata dan ekonomi kreatif Lampung, Jumat (18/3/2022).

Akan tetapi lanjutnya, pihaknya ingin lebih fokus ke laut nya. Lantaran masyarakat Indonesia mungkin masih kurang tahu bahwa garis pantai di seluruh Lampung pasirnya putih dan keren-keren. 

Sehingga muncul pertanyaan apa kendala yang membuat keindahan laut Lampung tidak diketahui oleh orang luar.

"Untuk itu kita membantu dari sisi itu, maka muncullah ide membuat Digital Media yang berfokus pada pariwisata dan pemberdayaan ekonomi kreatif. Jadi fokusnya diskursus atau kita sebutnya sobat DN. Disini kita ingin membantu mempromosikan pariwisata di Lampung," ungkap mantan wartawan di Jakarta sejak 2002 sampai 2013 itu. 

Perempuan asli Surabaya itu juga menyampaikan, karena ia seorang wartawan jiwanya akan terus jadi wartawan, sampai Ia ambil kesempatan jadi founder DN.

"Kita akan menggarap serius potensi wisata bahari nya, saya pikir selain pantai-pantai di Lampung memiliki pasir putih,  lautnya juga bersih masih natural, ombak nya juga cukup fantastis. Seperti Pahawang dan Krui Pesisir Barat dimana wisatawan dunia mampir kesitu," jelasnya.

Namun, sayangnya itu tidak didorong dengan infrastruktur yang kurang diperbaiki dan lain sebagainya.

"Sehingga kita ingin mempermudah orang untuk mengenal langsung dari sisi pariwisata. Tapi sekarang punya anak-anak muda milenial para youtuber, dimana secara mandiri mereka mempromosikan potensi-potensi wisata di daerahnya. Nah itu juga yang kita ingin support dan dorong untuk kemudian menasionalkan itu, membuat itu menjadi lebih profesional dan lain sebagainya," papar Fessy.

Selain orang dapat mengetahui lokasi wisatanya, pihaknya juga akan membuat dengan format berapa biaya berkunjung kesana, lalu berapa penginapan kemudian kuliner untuk oleh-olehnya. Sehingga ketika tempat wisata itu dikembangkan, maka daerah itu juga pasti maju.

"Warga sekitar juga menghasilkan karena bisa bekerja di daerahnya sendiri, menjadi tuan di daerahnya sendiri. Jadi efeknya itu luar biasa," kata Istri dari anggota DPR RI Taufik Basari itu.

Wisata Lampung ini wajib dikunjungi wisatawan. Yang hal itu harus dimulai dari masyarakat Lampung nya sendiri. Menurutnya pantai di semua daerah yang ada di Lampung semuanya menarik, hanya saja karakternya berbeda-beda.

"Oleh karenanya dengan anak-anak muda yang mempromosikan tempat wisata seharusnya ada dukungan juga sama pemerintah. Nah ini juga yang mau menjadi jembatan untuk bisa maksimal," ucapnya.

Jangan biarkan anak cucu kita hanya mengenal Lampung sebagai wilayah tujuan transmigrasi dan Way Kambas, karena selain itu masih banyak sekali potensi yang bisa digarap.

Masih menurut Fessy, mengingat saat ini pandemi Covid-19 diperkirakan menjadi endemi, sehingga syarat antigen tak lagi diberlakukan adalah salah satu langkah pemerintah untuk membangkitkan wisata kembali.

"Karena tempat wisata selama 2 tahun ini seperti mati suri, mudah-mudahan ini adalah akhir dari pandemi kebebasan antigen dan PCR. Tapi kita tetap jaga prokes, sehingga ini menjadi kebangkitan pariwisata di Indonesia termasuk di Lampung," harapnya.

Selain dari pada itu, pihaknya juga fokus pada pemberdayaan ekonomi. Karena berdasarkan informasi di Lampung sendiri tercatat ada 200 ribu UMKM. Mulai dari tapis, batik lalu produk makanannya dan lain sebagainya.

"Inovasi kerajinan itu keren banget kemudian kalau makanan juga enak banget. Tapi kalau bagaimana mereka bisa menyentuh level promosi kayaknya itu masih kurang sehingga setelah muncul tidak lama hilang," sesalnya.

"Hal itu karena belum ditata secara bisnis. Maka bagaimana dengan kehadiran media mereka bisa mempromosikan usaha-usaha nya agar tetap eksis," imbuhnya.

Ia juga meminta putra-putri daerah untuk mempromosikan tempat-tempat wisata serta UMKM apa saja yang menarik yang ada di daerahnya.

"Untuk menggeliatkan lagi perekonomian pasca pandemi, karena potensi positif Lampung bukan hanya alamnya tapi juga orang-orangnya yang terbuka terhadap siapapun yang datang," tutupnya. (*)