Antrean Solar di Lampung Kembali Terjadi, Begini Respon Pertamina
Akibat solar langka antrean panjang terjadi di SPBU Pekon Kembahang, Kecamatan Batu Brak Lampung Barat, Kamis (10/03/2022). Foto: Dok Kupastuntas.co
Kupastuntas.co,
Bandar Lampung - Antrean kendaraan yang ingin mengisi Bahan Bakar Minyak (BBM)
jenis solar kembali terjadi di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum
(SPBU) di Lampung sejak beberapa hari terakhir.
Area Manager
Communication, Relation dan CSR Pertamina Patra Niaga wilayah Sumbagsel, Tjahyo
Nikho Indrawan, mengatakan meski terjadi antrian namun pihaknya menjamin
ketersediaan BBM untuk masyarakat.
"Kami
tetap menjamin ketersediaan BBM di Masyarakat. Kami menghimbau kepada
masyarakat untuk bijak dan hemat dalam menggunakan BBM, harga BBM saat ini
sangat mahal," kata dia saat dimintai keterangan, Senin (14/3/2022).
Ia melanjutkan,
sesuai aturan Perpres nomor 191 tahun 2014, pengguna yang tidak berhak menikmati
solar subsidi diminta untuk membeli BBM non subsidi seperti Pertamina Dex dan
Dexlite.
"Kami
pastikan stok produk subtitusi untuk solar non subsidi seperti Pertamina Dex
dan Dexlite yang merupakan BBM berkualitas tersedia di SPBU. Masyarakat mampu
dan kalangan industri silahkan menggunakan BBM non subsidi sehingga semua tepat
sasaran," terangnya.
Pada kesempatan
tersebut ia juga mengungkapkan jika pihaknya turut menggandeng masyarakat untuk
ikut mengawasi penyaluran solar bersubsidi. Jika masyarakat menemukan adanya
indikasi penyalahgunaan maka diminta untuk segera melaporkan kepada pihak yang
berwajib.
"Jika
masyarakat menemukan adanya indikasi penyalahgunaan penyaluran solar subsidi
agar dapat dilaporkan ke aparat berwenang. Jika kesalahan di lembaga penyalur
atau di SPBU, kami juga tidak segan-segan memberikan sanksi dan
penindakan," tegasnya.
Dikonfirmasi
terpisah Wakil Ketua Kadin Provinsi Lampung , Yuria Putra Tubarat, mengatakan
jika kelangkaan solar yang kembali terjadi dapat mempengaruhi perlambatan
pertumbuhan ekonomi yang ada didaerah setempat.
Karenanya, ia
meminta kepada pemerintah daerah dan juga Pertamina untuk segera mencarikan
jalan keluar agar kelangkaan solar tidak terjadi hingga bulan puasa dan juga
lebaran tahun ini.
"Sebentar
lagi kan puasa dan lebaran, jangan sampai kelangkaan terjadi sampai nanti
lebaran. Karena otomatis itu akan berdampak pada kenaikan sejumlah tarif
angkutan umum dan juga biaya pengiriman logistik," kata dia.
Pada kesempatan tersebut ia juga berharap agar kendaraan pribadi dan juga masyarakat yang mampu diminta untuk dapat menggunakan Pertamina Dex sehingga solar bersubsidi bisa dimanfaatkan oleh masyarakat yang berhak untuk mendapatkan. (*)
Video KUPAS TV : MALING MODUS GENDONG BAYI BERAKSI DI RS URIP
Berita Lainnya
-
Mahasiswa ITERA Keluhkan Jalan Rusak ke Anggota Komisi III DPR RI Sudin di Tanjung Senang
Jumat, 23 Januari 2026 -
Reses di Tanjung Senang Bandar Lampung, Sudin Dorong Warga Tidak Sungkan Menyampaikan Aspirasi
Jumat, 23 Januari 2026 -
Reses Sudin di Tanjung Senang Bandar Lampung, Warga Keluhkan Kualitas Program Makan Bergizi Gratis
Jumat, 23 Januari 2026 -
Rektor Universitas Teknokrat Indonesia Dukung Karya Inovatif Mahasiswa dalam Academic Expo 2026 Bertema Think Beyond: Innovate For Impact
Kamis, 22 Januari 2026









