• Senin, 27 Juni 2022

8 Tahun Lumpuh, Warga Pesibar Butuh Uluran Tangan

Jumat, 04 Maret 2022 - 15.26 WIB
112

Kapolres Lampung Barat, AKBP Hadi Saepul Rahman bersama jajaran kapolsek, Kepala Puskesmas Ngambur dan juga pemerintah desa setempat saat menyambangi Aman di kediamannya di Pemangku Sukajadi, Pekon Gedung Cahya Kuningan, Kecamatan Ngambur, Pesisir Barat, Jumat (4/3/2022). Foto : Echa/Kupastuntas.co

Kupastuntas.co, Pesisir Barat - Sudah delapan tahun, Aman (40) hanya terbaring lemah di tempat tidur sederhana di kediamannya di Pemangku Sukajadi, Pekon Gedung Cahya Kuningan, Kecamatan Ngambur, Pesisir Barat.

Aman mengalami kelumpuhan di bagian pinggang dan lutut kiri mengakibatkan dirinya sudah tak mampu lagi untuk berdiri. Bahkan, Aman hanya mampu duduk paling lama satu jam akibat lumpuh yang diderita.

Aman bercerita awal dirinya terkena lumpuh, saat itu dirinya hendak pergi ke kebun kopi miliknya sekitar beberapa tahun lalu untuk membersihkan rumput yang ada di kebunnya.

Siang sekira pukul 11.00 WIB, ia berhenti sejenak untuk beristirahat untuk minum air karena merasa haus, tetapi bukan rasa lega yang didapat justru Aman salah menenggak air minum. Ia justru menenggak racun rumput yang menyebabkan dirinya mual dan pusing.

"Saya lupa kalau air minum yang saya bawa saya letakkan di pinggang, jadi pas istirahat spontan saya langsung meminum racun rumput, seketika itu juga saya langsung merasa pusing dan mual," ujarnya, Jumat (4/03/2022).

Ketika itu juga ada tetangga Aman bernama Narsip melintas di kebun miliknya dan melihat kondisi Aman yang sudah terkulai lemas dan Narsip langsung membawa Aman menuju Puskesmas Ngambur untuk diberikan pertolongan.

"Setelah dilakukan perawatan di Puskesmas saya dirujuk ke RSUD Alimudin Umar agar mendapatkan perawatan yang lebih intensif dan kondisi saya berangsur pulih hingga saya bisa beraktifitas seperti biasanya," tambahnya.

Namun, satu bulan semenjak pulang dari RSUD Alimudin Umar dan tinggal di kebun bersama Istri beserta anaknya, Aman kembali merasa badannya lemas dan kaku, kemudian dirinya kembali dibawa ke rsud setempat untuk mendapatkan perawatan.

"15 hari saya dirawat di rumah sakit namun tidak ada perubahan dan hingga hari ini badan saya mengalami lumpuh, sudah mencoba berobat kemana-mana bahkan hingga ke pulau jawa untuk menjalani pengobatan alternatif namun tidak ada hasilnya," ujarnya.

Sudah banyak biaya yang dikeluarkan untuk pengobatan Aman, bahkan kebun yang mereka miliki terpaksa dijual untuk biaya pengobatan Aman dan keperluan sekolah anaknya yang masih duduk di kelas 4 Sekolah Dasar (SD).

Dengan kondisinya yang lumpuh,  Aman harus menerima kenyataan bahwa istrinya yang selama ini menemaninya pun pergi meninggalkan Aman dan memilih untuk menikah lagi dengan pria lain semenjak tiga tahun lalu.

Saat ini aman tinggal bersama adiknya Darman (16) dan ibunya Komah (60) di gubuk sederhana hasil swadaya peratin dan warga setempat, sebab anaknya memutuskan untuk ikut bersama istrinya.

Sangat miris memang dengan kondisi yang memprihatinkan tersebut, adiknya Darman sampai rela putus sekolah dan memilih bekerja sebagai buruh harian di kebun sawit dengan upah Rp 60.000 perhari untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Mendengar kabar ada masyarakat yang membutuhkan uluran tangan tersebut, Kapolres Lampung Barat, AKBP Hadi Saepul Rahman bersama jajaran kapolsek, Kepala Puskesmas Ngambur dan juga pemerintah desa setempat menyambangi Aman sesuai dengan taqline Kapolda Lampung 'Jiwa Penolong'.

AKBP Hadi bersama rombongan menyapa Aman dan keluarga yang terbaring lemah di tempat tidur dan dalam kunjungannya tersebut juga turut memberikan bantuan berupa sembako serta biaya pengobatan bagi Aman untuk sedikit bisa meringankan beban keluarga Aman.

"Tujuan kita hari ini yaitu untuk membesuk warga kita Bapak Aman yang sudah lama mengalami sakit lumpuh dan kondisinya sangat memprihatinkan, hal ini merupakan kewajiban kita dalam melihat kondisi masyarakat tersebut dan memberikan bantuan sesuai dengan apa yang bisa kita bantu," kata AKBP Hadi.

AKBP Hadi menjelaskan, pihak nya pun akan berkoordinasi dengan pihak puskesmas dan pemerintah pekon (desa) untuk mengurus BPJS dan persyaratan pengobatan lainnya serta akan memonitor langsung kesehatan Aman untuk selanjutnya jika memungkinkan akan dirujuk ke rumah sakit yang fasilitasnya memadai.

Kepala UPTD Puskesmas Ngambur, dr. Ahyar mengatakan, pihaknya akan memastikan terlebih dahulu penyebab kelumpuhan yang diderita Aman untuk menentukan langkah pengobatan yang akan dijalani demi kesembuhan Aman.

"Secara umum keadaan Bapak Aman normal dan baik, hanya saja terdapat kelemahan pada lengan dan tungkai, yang disebabkan karena saraf, nah itu akan kita pastikan dahulu apakah itu berasal dari saraf pusat atau saraf tepi, jadi harus ada pemeriksaan lebih lanjut untuk menentukan langkah pengobatan selanjutnya," tandasnya. (*)

Video KUPAS TV : GEREBEK GUDANG DI PRINGSEWU, POLISI SITA PUPUK ILEGAL PT GAJ


Editor :