Lampung Tolak Impor Singkong dan Kopi
Gubernur Lampung, Arinal Djunaidi. Foto : Doc/Kupastuntas.co
Kupastuntas.co, Bandar Lampung - Gubernur Lampung, Arinal Djunaidi segera menyurati Menteri Perdagangan (Mendag), Muhammad Luthfi untuk menolak singkong dan kopi impor masuk Provinsi Lampung.
"Saya tidak melarang impor, namun yang saya ingin jika memang nantinya akan impor kopi dan singkong, barangnya tidak boleh masuk ke Lampung," kata Arinal, pada Senin (28/2/2022).
Arinal menjelaskan, keputusan tersebut diambil karena Provinsi Lampung menjadi salah satu daerah penghasil bahan pangan sektor pertanian, tak terkecuali komoditas singkong dan kopi.
"Ini juga sebagai salah satu upaya untuk menjaga stabilitas dan ekonomi kerakyatan. Karenanya dalam waktu dekat saya segera buat surat ke Mendag bahwa Lampung bukan menjadi tempat masuknya komoditi impor dua komoditas tersebut," ujar Arinal.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Lampung, Elvira Umihanni, mengungkapkan surat penolakan kopi dan singkong impor masuk ke Lampung sedang diproses dan akan dikirimkan dalam waktu dekat.
"Pak Gubernur ingin menyurati Menteri Perdagangan terkait penolakan impor singkong dan kopi. Suratnya sedang dalam persiapan. Segera akan kami kirimkan," ujar Elvira.
Berdasarkan data dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Lampung, angka produksi singkong di Provinsi Lampung mencapai 6.683.758 ton dan menjadikan Lampung sebagai daerah penghasil singkong terbesar di Indonesia dari total produksi di seluruh Indonesia yang menyentuh angka 19.341.233 ton.
Sementara untuk produksi kopi robusta di Provinsi Lampung sebanyak 118.043 ton dengan luas lahan mencapai 156.395 hektar. Produktivitas kopi robusta mencapai 838 kilogram per hektar. (*)
Video KUPAS TV : BANDAR Narkoba SASAR IBU RUMAH TANGGA
Berita Lainnya
-
Gubernur Mirza Lepas 445 Jemaah Haji Kloter 7 Asal Bandar Lampung
Minggu, 26 April 2026 -
Gus Ipul: PBNU Kebut Persiapan Muktamar NU ke-35, Target Digelar Awal Agustus 2026
Minggu, 26 April 2026 -
Sekolah Rakyat di Kota Baru Ditarget Rampung Juli 2026, Siap Tampung 1.000 Siswa
Minggu, 26 April 2026 -
Achmad Yudi Wahyudin Paparkan Strategi Peningkatan Mutu Kinerja Manajemen Universitas Teknokrat Indonesia Berbasis Framework Appliedhe
Minggu, 26 April 2026








