• Sabtu, 16 Mei 2026

Januari 2022, Lampung Alami Inflasi Sebesar 0,40 Persen

Rabu, 02 Februari 2022 - 15.53 WIB
79

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Lampung, Endang Retno Sri Subiyandani, saat memberikan keterangan di kanal YouTube BPS Lampung, Rabu (2/2/2022). Foto: Ist.

Kupastuntas.co, Bandar Lampung - Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Lampung mencatat, pada bulan Januari 2022 Provinsi Lampung mengalami inflasi sebesar 0,40 persen. Inflasi tertinggi terjadi pada kelompok transportasi sebesar 1,09 persen.

Kepala BPS Provinsi Lampung, Endang Retno Sri Subiyandani mengatakan, berdasarkan pemantauan harga di dua kota yaitu Bandar Lampung dan Metro, terjadi kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 108,69 pada bulan Desember 2021 menjadi 109,13 pada Januari 2022 atau mengalami inflasi sebesar 0,40 persen.

"Dari dua kota yang dilakukan pemantauan di Lampung pada Januari 2022, Kota Bandar Lampung  mengalami inflasi sebesar 0,38 persen, sedangkan untuk Kota Metro mengalami inflasi sebesar 0,55 persen," kata Endang, saat memberikan keterangan, Rabu (2/2/2022).

Menurutnya, dari sebelas kelompok pengeluaran, terdapat sembilan kelompok yang mengalami inflasi, yaitu kelompok transportasi yang mengalami inflasi sebesar 1,09 persen, perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga 0,78 persen.

Selanjutnya, kelompok kesehatan 0,46 persen, kelompok perumahan, air, listrik, bahan bakar  rumah tangga 0,44 persen, kelompok makanan, minuman dan tembakau 0,32  persen, kelompok penyediaan makanan dan minuman atau restoran 0,30 persen.

"Kemudian kelompok rekreasi, olahraga dan budaya 0,22 persen, kelompok perawatan pribadi  dan jasa lainnya 0,18 persen, dan kelompok pakaian dan alas kaki 0,10 persen," ungkapnya.

Sementara itu, terdapat satu kelompok lainnya yaitu kelompok informasi, komunikasi dan jasa keuangan yang mengalami penurunan indeks atau deflasi sebesar 0,29 persen.

Kemudian ada juga satu kelompok lainnya yaitu kelompok pendidikan yang tidak mengalami perubahan yakni sebesar 110,97 persen.

"Pada Desember 2021 dan Januari 2022 kelompok pendidikan tidak memberikan andil atau sumbangan inflasi maupun deflasi," tutupnya. (*)


Video KUPAS TV : DIDUGA AC STANDING MENYALA 24 JAM, AULA DISDIKBUD KEBAKARAN