• Senin, 16 Mei 2022

BPP Lampung Kunjungi Great Giant Foods

Sabtu, 29 Januari 2022 - 14.09 WIB
103

Rombongan Balai Pelatihan Oertanian (BPP) Lampung saat mengunjungi Great Giant Foods (GGF) di Terbanggibesar Kabupaten Lampung Tengah.

Kupastuntas.co, Lampung Tengah - Great Giant Foods (GGF), Terbanggibesar, Kabupaten Lampung Tengah (Lamteng) kedatangan tim Pelatihan Integrasi Farming dari Balai Pelatihan Pertanian (BPP) Provinsi Lampung, Selasa (18/1/2022).

Technical Advisor for Plantation and R&D, Fauzan menerima kedatangan rombongan BPP di Gedung Training Center GGF.

Fauzan mengucapkan selamat datang dan berharap kunjungan ini dapat memberikan manfaat bagi semua.

Ia menjelaskan, PT Great Giant Pineapple (GGP) adalah holding perusahaan di bawah Great Giant Foods (GGF), yang paling tua adalah PT Umas Jaya Farm (UJA) dengan memproduksi tepung tapioka berbahan baku singkong.

“Bibit singkong salah satunya juga diuji di BPP Lampung, jadi kita sudah kenal lama,” ujar Fauzan saat dimintai keterangan.

Ia menjelaskan, UJF menjadi cikal bakal GGP tahun 1985 sudah ekspor perdana, kemudian unit bisnis yang lain seperti proyek penggemukan sapi 90-an saat ini sudah menjadi industri sendiri, yaitu PT Great Giant Livestock (GGL) dengan kapasitas 25 ribu ekor sapi.

“GGL didirikan, awalnya bukan untuk komersial tetapi memanfaatkan limbah kulit nanas dari pabrik. Nanas tahun ini produksinya sudah di atas 700 ribu ton pertahun, terbesar di dunia dengan volume pertahun atau ton per hektar,” kata Fauzan.

GGF terus melakukan pengembangan tanaman hortikultura, seperti  alpokat, nangka, mangga, sirsak, jambu kristal, kelapa pandan wangi, ini menjadi bagian dari program creating shared value (CSV) yang merupakan suatu kebijakan dan proses teknis operasional untuk meningkatkan nilai-nilai kompetitif perusahaan dan secara bersamaan memajukan kondisi sosial dan ekonomi masyarakat.

“Dalam waktu dekat akan produksi bibit kelapa pandan wangi untuk bisa ditanam petani melalui program CSV,” kata Fauzan.

Ahli Tanah Widyaiswara BPP Lampung, Hasan Basri mengapresiasi dan berterimakasih bisa berada di GGF.

“Ternyata kami ini berada di posisi khayalan. Prasangka kami hanya ada nanas dan pisang ternyata luar biasa ada singkong, alpokat dan banyak lagi tanaman hortikultura yang dikembangkan oleh GGF,” ungkap Hasan.

BPP Lampung ingin juga bisa menjadi partner penerapan teknologi yang ada di GGF.

"Kalau berkenan kami juga akan mengundang praktisi dari GGF untuk menjadi narasumber pada kegiatan pelatihan integrasi farming yang akan diselenggarakan oleh Balai Penelitian Pertanian,"tutupnya. (Rls)

Video KUPAS TV : BEDAIN SNEAKERS ORIGINAL dan PALSU/KW - Owner Werken Store