• Rabu, 18 Mei 2022

Pedagang Pasar Tradisional Pringsewu Belum Terapkan Harga Minyak Goreng Rp 14.000

Kamis, 27 Januari 2022 - 13.26 WIB
114

Salah satu pedagang minyak goreng di Pasar Gadingrejo Kabupaten Pringsewu saat dimintai keterangan, Kamis (27/1/2022). Foto: Gamel/Kupastuntas.co

Kupastuntas.co, Pringsewu -  Setelah sepekan sejak diberlakukan harga minyak goreng subsidi oleh pemerintah, hingga hari ini, Kamis (27/1/2022) belum ada pedagang pasar tradisional di Kabupaten Pringsewu menjual minyak goreng kemasan dengan harga Rp. 14.000. 

Desti, salah seorang pedagang kelontong di Pasar Gadingrejo mengatakan, alasan dirinya masih menjual minyak dengan harga normal lantaran minyak yang dibeli dari pemasok belum mengalami penurunan, sehingga dirinya tetap menjual dengan harga biasa. 

"Karena kami beli dari sana nya juga masih harga normal jadi kami belum bisa menurunkan harga mengikuti aturan pemerintah. Saya juga sebenarnya heran kenapa masih belum turun di sini, apa mungkin pemasok kehabisan atau memang belum menurunkan harga," ujarnya, Kamis (27/1/2022). 

Ia mengatakan, harga normal tersebut masih diberlakukan oleh semua pedagang minyak goreng yang ada di pasar setempat. 

"Di sini semua masih sama untuk harga minyak gorengnya, karena saya sudah tanya sama pedagang lain yang berjualan di sini," katanya.

Umi Joko, pedagang kelontong mengatakan, dirinya menjual minyak dengan harga yang sama, dengan alasan karena belum turunya harga minyak dari pemasok tempat ia membeli minyak goreng untuk dijual. 

"Kalau kita ambil di indomarco dan dari suplier nya itu tidak diturunkan harga nya, jadi ya kita juga tidak bisa menurunkan harga begitu saja, karena sebelum kita jual kita perlu melihat harga belinya agar tidak rugi. Kalau dijual dengan harga rendah ya kita bisa rugi," ungkapnya. 

Ia juga menyampaikan, pada saat awal pemberlakukan minyak harga subsidi pada pekan lalu, pembeli minyak goreng kemasan di tempat nya mengalami penurunan karena masyarakat berbondong-bondong membeli minyak di toko retail modern seperti indomaret dan alfamart. 

"Awal-awal itu sepi alias turun penjualan minyak nya, paling laku 1 sampai 2 pcs saja dan kalau pun ada pembeli, mereka hanya bertanya saja dan ketika tahu minyak yang kita jual harga nya normal, mereka tidak jadi beli. Tapi sekarang Alhamdulillah pembeli sudah belanja minyak lagi di sini, walaupun harganya masih belum berubah. Karena mereka juga sudah cari ke sana-sini minyak harga subsidinya habis. Oleh karena itu, mereka mau tidak mau ke sini, karena ya memang minyak ini kan kebutuhan jadi pasti orang akan beli," jelasnya. 

Di Pasar pringsewu, saat ditanyai mengenai harga minyak goreng kemasan di salah satu toko setempat, mereka pun menjual nya dengan harga normal dengan alasan serupa seperti dua pedagang di Pasar Gadingrejo. 

"Harga minyak masih sama, tidak turun, sebab dari sales atau pemasok nya tidak menurunkan harga. Kalau mereka turunkan, kita juga pasti ikut menurunkan harga nya," kata salah satu pedagang yang tidak mau disebutkan namanya. 

Diketahui, harga minyak goreng kemasan di pasar tradisional ukuran 2 liter dijual dengan harga Rp. 40.000, 1.800 ml seharga Rp. 34.000 - Rp. 36.000  serta ukuran 900 ml dijual dengan Rp. 17.000 - Rp. 18.000. (*)

Video KUPAS TV : BEDAIN SNEAKERS ORIGINAL dan PALSU/KW - Owner Werken Store