• Rabu, 18 Mei 2022

Vaksinasi Anak di Pesawaran Capai 72,42 Persen

Selasa, 25 Januari 2022 - 14.32 WIB
58

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pesawaran, Dr. Media Apriliana. Foto : Wulan/Kupastuntas.co

Kupastuntas.co, Pesawaran - Vaksinasi anak di Kabupaten Pesawaran sudah mencapai 72,42 persen dan vaksinasi lansia mencapai 63,66 persen. 

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pesawaran, Dr. Media Apriliana mengatakan, pihaknya memiliki dua data terkait vaksinasi yakni data berdasarkan fasilitas kesehatan (faskes) dan Kartu Tanda Penduduk (KTP).

"Untuk di Kabupaten Pesawaran kalau berdasarkan fakses, vaksinasi anak untuk dosis pertama mencapai 72,42 persen, kalau untuk dosis kedua baru 0.10 persen karena vaksinasi anak baru diterapkan, kemudian untuk lansia sudah mencapai 63,66 persen dan dosis kedua 27,84 persen," katanya, Selasa (25/1/2022). 

Media menambahkan, apabila berdasarkan KTP, saat ini keseluruhan vaksinasi di Bumi Andan Jejama sudah mencapai 94 persen.

"Untuk vaksinasi anak sudah ada 72 persen dan lansia 68 persen dan dosis keduanya 30,22 persen. Artinya, ada perbedaan karena berdasarkan KTP,  mereka bisa melakukan vaksinasi dimanapun sesuai dengan domisili dan itu masuk dalam data Pesawaran," jelasnya. 

Disinggung terkait target dari Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, agar dapat menyelesaikan vaksinasi hingga 100 persen dalam dua pekan, saat meninjau vaksinasi anak di Gedung Garaha Wangsa pada Selasa (11/1/2022) lalu, yang mana saat ini Pesawaran belum dapat memenuhi target tersebut.

"Namun, kita tetap lakukan pelayanan, datang kesekolah-sekolah. Kemudian dari Dinas Pendidikan akan membuka PTM, jadi vaksinasi siswa harus 100 persen, maka dari itu kita lakukan vaksinasi anak sekolah sampai ke kepulauan juga, salah satunya Kepulauan Legundi dan kita selesaikan satu hari kemarin," jelasnya. 

Media menjelaskan, pihaknya selalu melakukan sosialisasi dan mengingatkan pentinya vaksinasi dimasa pandemi, khususnya kepada wali murid yang anaknya tidak mau diperbolehkan suntik vaksin.

"Kemarin saya menyarankan kepada pihak puskesmas dan menyampaikan kepada pihak sekolah agar anak-anak yang akan melakukan vaksinasi untuk membuat surat pernyataan agar sang anak diizinkan untuk melakukan vaksinasi. Tapi kita tidak bisa memaksa ya tetapi tetap kita lakukan sosialisasi dan itu tidak pernah putus jadi tetap diingatkan,"tutupnya. (*)