• Jumat, 20 Mei 2022

Tugu Pena Dipasang Water Barrier, Kapolres Metro Sebut Tak Ada Koordinasi

Selasa, 25 Januari 2022 - 14.14 WIB
2.6k

Kapolres Metro AKBP Yuni Iswandari Yuyun saat mengecek lalulintas Tugu Pena setelah terpasangnya Water Barrier. (Arby / Kupas Tuntas)

Kupastuntas.co, Metro - Pemasangan Water barrier alias pembatas jalan dari bahan plastik yang melingkari Tugu Pena Metro tidak ada koordinasi dengan Mapolres setempat. Hal itu diutarakan Kapolres Metro AKBP Yuni Iswandari Yuyun saat mengecek kondisi lalulintas dikawasan Tugu Pena, Selasa (25/1/2022).

Kapolres menegaskan, pihaknya belum diajak koordinasi khususnya prihal rekayasa lalulintas akibat pemasangan Water barrier pada kawasan tugu yang menjadi maskot Metro tersebut. 

Selain itu, Kapolres juga mengingatkan pihak terkait agar bersinergi dalam mengambil langkah untuk kepentingan masyarakat.

"Belum ada koordinasi, saran saya selaku Kapolres Metro, mari kita bersama bersinergi. Dishub, PU dengan Lantas Polres Metro untuk lebih berhati-hati dan lebih bijaksana dalam mengambil langkah-langkah terkait yang didalamnya ada kepentingan untuk kemaslahatan orang banyak," kata Kapolres kepada Kupastuntas.co, Selasa (25/1/2022).

AKBP Yuni menjelaskan, rekayasa lalulintas hendaknya disinergikan dan merujuk pada undang-undang lalu lintas.

"Rekayasa jalan itu untuk mengetahui apakah kegiatan itu ada efeknya tau tidak dengan pengguna jalan dijalan raya, sesuai dengan undang-undang lalulintas yang sudah ada," ucapnya.

Sementara terkait dengan manfaat dan kapan akan dibongkarnya Water barrier, Kapolres menyarankan Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Metro untuk dapat menjelaskan nya kepada publik. 

"Itu nanti akan dijawab oleh orang yang memiliki ranah atau wewenang terkait hal itu. Kalau kami dari Polres Metro memberikan saran rekayasa jalan," ujarnya.

Sementara ketika ditanya perihal kabar masuknya beragam keluhan masyarakat akibat dampak dari pemasangan Water barrier tersebut, Kapolres belum dapat memberikan keterangan apapun.

"Saya belum bisa memberikan statement, saya belum bisa menjawab itu yang penting kita harus bersama-sama membangun Kota Metro dengan hal-hal yang lebih baik, lebih positif dan media harus mendukung agar Kota Metro ini lebih bagus," pungkasnya.

Sayangnya di lokasi tersebut Sekretaris Dishub Kota Metro M. Andi Kardinal tidak dapat memberikan keterangan secara rinci atas pemasangan Water barrier di lingkaran tugu Pena.

"Ini simulasi memperjelas titiknya, volumenya saja. Dishub membantu untuk memberikan kajian. Ke Kadis saja," singkatnya saat ditanya Kupastuntas.co.

Sementara itu dari pantauan Kupas Tuntas, Water barrier berwarna oranye bertuliskan Dishub Kota Metro berjejer melingkari Tugu Pena. Dari yang aslinya lingkaran tugu Pena berdiameter jari-jari 5 Meter, saat ditambah Water barrier menjadi sekira berdiameter 7 meter jari-jari.

Diketahui, water barrier sendiri merupakan salah satu jenis pembatas jalan. Umumnya di Indonesia berwarna oranye yang dilengkapi pemantul cahaya. Water barrier kebanyakan dipasang di median jalan raya untuk mencegah pemakai jalan raya memasuki jalur lalu lintas yang berlawanan arah. (*)

Video KUPAS TV : MALING MOTOR PENJAGA KONTER DI ANTASARI