• Minggu, 22 Mei 2022

OPD Masih Perlu Tenaga Honorer

Selasa, 25 Januari 2022 - 17.13 WIB
170

Kepala Badan Polisi Pamong Praja Kota Bandar Lampung, Suhardi Syamsi. Foto: Doc/Kupastuntas.co

Kupastuntas.co, Bandar Lampung - Beberapa Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Pemerintahan Kota Bandar Lampung masih memerlukan tenaga honorer. Diantaranya Dinas Lingkungan Hidup dan Badan Polisi Pamong Praja.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bandar Lampung, Riana Afrilia mengatakan, saat ini ada sebanyak 935 tenaga honorer di DLH.

“Sebenarnya tenaga honorer itu penting sekali, khususnya di DLH, karena tukang sapu, kenek, sopir, itu rata-rata ya honorer atau tenaga kontrak,” kata Riana Afrilia, ketika dimintai keterangan, Selasa (25/1/2022).

Ia juga menyayangkan peraturan penghapusan honorer pada 2023 tersebut, dan jika memang ada usulan PPPK nanti, ia berharap kuota yang diusulkan untuk DLH bisa disediakan sebanyak-banyaknya.

“Kalau ada pengusulan PPPK, kuota kita harus banyak, karena teknis di lapangan perlu honorer. Tidak mungkin yang eselon 3 mau mengangkut sampah, golongan 2D saja tidak mau, paling jadi pengawas,” ungkapnya.

Namun Ia masih belum bisa berkomentar terkait berapa usulan yang akan diajukan DLH untuk tenaga honorer nya.

“Sebelum usulan juga kan ada evaluasi, sekarang juga kita sedang evaluasi kinerja mereka, dan rata-rata tenaga honorer apalagi tukang sapu ini rajin-rajin,” ungkapnya.

Senada dengan Kadis DLH, Kepala Badan Polisi Pamong Praja Kota Bandar Lampung, Suhardi Syamsi juga mengatakan bahwa dirinya saat ini sedang melakukan evaluasi.

“Wacana PPPK itu kan harus ada juklak juknis (petunjuk pelaksanaan dan petunjuk teknis) nya dan itu keluar dari BKD (Badan Kepegawaian Daerah),” katanya.

Namun Ia mengaku bahwa evaluasi akan dilakukan dengan mempertimbangkan masa kerja tenaga honorer.

“Tetapi secara logis, mungkin kita akan prioritaskan yang lebih dulu menjadi anggota Pol PP, atau melihat masa kerjanya yang lebih banyak. Itu pasti akan dapat prioritas, tapi tetap kita akan tunggu juklak juknisnya,” tutupnya. (*)


Video KUPAS TV : WARGA RESAH BANYAK PENCURIAN MOTOR DI BANDAR LAMPUNG