• Rabu, 18 Mei 2022

Akses Jalan Menuju Pintu Tol Kotabaru Lampung Mulai Diperbaiki

Selasa, 25 Januari 2022 - 18.27 WIB
128

Jalan Terusan Ryacudu, Way Huwi, Lampung Selatan yang menuju pintu tol Kotabaru mulai dilakukan perbaikan pada, Selasa (25/1/2022). Foto: Ria/Kupastuntas.co

Kupastuntas.co, Bandar Lampung - Beberapa titik kerusakan di jalan Terusan Ryacudu, Way Huwi, Lampung Selatan yang menuju pintu tol Kotabaru mulai dilakukan perbaikan pada Selasa (25/1/2022).

Menurut Kepala Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi (BMBK) Provinsi Lampung, Febrizal Levi Sukmana, perbaikan jalan milik Pemerintah Provinsi Lampung tersebut dilakukan oleh PT Hutama karya.

"Jalan terusan Ryacudu saat ini sedang dalam proses perbaikan. Jalan itu diperbaiki oleh PT Hutama Karya sebagai pengelola jalan tol," kata Levi, saat dimintai keterangan di lingkungan kantor Gubernur Lampung, Selasa (25/1/2022) sore.

Menurut Levi, jalan Terusan Ryacudu tersebut sebelumnya menjadi tanggungjawab Pemerintah Provinsi Lampung. Namun setelah adanya Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) jalan tersebut menjadi tanggungjawab PT Hutama Karya.

"Jalan itu punya provinsi, tapi saat ada pembangunan tol maka PT Hutama Karya kemudian yang bertanggungjawab untuk mengelola jalan yang menjadi akses utama masuk pintu tol," bebernya.


Ia juga mengatakan, jalan yang saat ini tengah dilakukan perbaikan tersebut masih dalam proses finishing hand over (FHO) dan selanjutnya akan diserahkan kepada Balai Pengelola Jalan Nasional (BPJN).

"Untuk perbaikan nya itu dinilai dari depan Polsek Sukarame sampai pintu utama masuk ke jalan tol. Saat ini proses FHO nya akan segera selesai, tapi sekarang proses perbaikan dahulu," lanjutnya.

Adanya perbaikan jalan tersebut disambut baik oleh Rani Mutia Sari (20) salah seorang mahasiswa Institut Teknologi Sumatera (Itera) yang setiap hari melintasi jalan tersebut.

"Alhamdulillah kalau sudah dilakukan perbaikan, karena setiap hari melintasi jalan tersebut. Jalannya banyak berlubang dan bahaya kalau tidak segera dilakukan perbaikan," ungkapnya.

Menurutnya, jalan Terusan Ryacudu tersebut sering dikeluhkan oleh mahasiswa terlebih yang sering melintas di malam hari.

"Kalau malam itu yang berbahaya karena penerangan minim jadi kadang kebut dan tidak lihat kalau ada lubang. Jadi memang harus ekstra hati-hati," tuturnya. (*)


Video KUPAS TV : PERAHU DISAMBAR PETIR, NELAYAN MENINGGAL DUNIA