• Rabu, 18 Mei 2022

DPRD Soroti Seleksi Terbuka JTP di Metro

Jumat, 21 Januari 2022 - 17.34 WIB
211

Ketua Komisi I DPRD Kota Metro Didik Isnanto bersama Sekertaris Komisi Amrullah dan Wakil Ketua Komisi I Indra Jaya saat memberikan keterangan Pers nya di ruang komisi I. Foto : Arby/Kupastuntas.co

Kupastuntas.co, Metro - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Metro menyoroti hasil seleksi terbuka (Selter) untuk jabatan tinggi pratama (JTP) khususnya kursi Kepala Bappeda dan Staf Ahli Bidang I Pemkot Metro.

Hal itu disampaikan Ketua Komisi I DPRD Metro, Didik Isnanto, pihaknya tidak mempermasalahkan hasil seleksi tersebut jika sudah proporsional dan objektif.

“Jadi kalau memang dia sudah memiliki kemampuan, basic, dan punya pendidikan di bidang yang akan dia duduki, itu kita tidak ada masalah,” kata dia kepada awak media, Jum'at (21/1/2022).

Meskipun begitu, Didik mempertanyakan sejumlah peserta Selter yang bukan merupakan Aparatur Sipil Negara (ASN) karir.

“Contoh, seperti dokter, apakah mungkin kemampuan dia melebihi seseorang yang belajar khusus di pemerintahan? Sedangkan visi Walikota hari ini merupakan kerja cerdas untuk Metro ceria. Dengan slogan itu, seharusnya pemerintah bisa memahami. Jadi untuk percepatan pembangunan Kota Metro, otomatis dimulai dari perencanaan daerah yang tepat. Apakah ini sudah benar-benar melalui proses?,” tanyanya.

Menurutnya, kursi Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) merupakan posisi vital yang harus diisi oleh orang berkompeten.

“Karena perencanaan daerah ini sangat penting menentukan bagaimana Metro ke depan. Kepemimpinan Walikota saat ini hanya sampai 2024. Dengan waktu yang singkat, harusnya kepala daerah bisa langsung menjalankan program dengan memilih seseorang yang proporsional. Jadi hari ini kita nggak butuh yang masih adaptasi, penyesuaian. Hari ini kita butuh eksekusi dan perencanaan yang matang dan tepat. Itu untuk yang Bappeda,” bebernya.

Tak hanya itu, Didik juga menyoroti kaitan dengan hasil Selter staf ahli bidang I. Menurutnya, Walikota perlu mengkaji kembali jika akan memilih sang istri.

"Sementara untuk yang Staf Ahli haruslah orang yang ahli di bidangnya. Apakah Metro sudah tidak punya lagi orang-orang ahli. Apakah Metro sudah mentok di sini untuk seleksi yang terbaik. Jika ada yang merasa paling ahli dan bisa silahkan. Namun, nanti pasti ada pembuktian berupa waktu dan masyarakat yang menilai hasil kinerja," tuturnya.

Politisi PDI Perjuangan itu juga mengingatkan kembali komitmen yang sempat dilontarkan Walikota Metro Wahdi untuk memberdayakan pejabat asal Kota Metro.

“Karena dinas kan harus apa perkaderan, dan saya tahu visi Walikota kemarin itu kalau bisa mamakai jasa dan pemikiran orang lokal, orang Metro yang mengerti Metro. Kembali lagi sekarang, apakah Walikota dengan komitmennya masih bertahan atau tidak. Harapan saya komitmen. Artinya untuk Bappeda kita lihat saja, kalau hasilnya sesuai dan bisa bekerjasama silahkan. Tapi kalau tidak bisa, nama kepala daerahnya yang dipertaruhkan,” pungkasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Sekretaris Komisi I DPRD Kota Metro, Amrulloh justru menagih janji dan komitmen Walikota Metro Wahdi untuk memberikan pembuktian lewat hasil Selter.

“Sebab media semua mencatat komitmen Walikota memprioritaskan pejabat lokal untuk menduduki posisi posisi strategis di pemerintahan. Pembuktian Walikota dilihat dari hasil selter, khususnya Bappeda, yang dipegang komitmennya, persesuaian antara fakta dan kata,” cetusnya.

Politikus partai Demokrat itu juga akan membuktikan pernyataannya lewat hasil Selter yang bakal dipilih Walikota Metro Wahdi. Ia bakal mengevaluasi pernyataannya jika Walikota tidak memilih Dr. Anang Risgiyanto dan Silfia Naharani.

"Untuk membuktikan bahwa omongan dia selama ini salah. Ketika nanti orang luar Metro yang jadi kepala Bappeda artinya Walikota sesuai dengan pernyataan saya di awal dia menjabat, antara kata dan fakta tidak sinkron. Namun jika sebaliknya berarti saya salah dan akan saya evaluasi penilaian saya terhadap Wali Kota Metro,” tandasnya.

Diketahui, peserta yang lolos dalam tahapan seleksi di antaranya ialah :

Untuk jabatan Kepala Bappeda yaitu;

  1. Dr. Anang Risgiyanto yang menjabat Kepala Dinas Kesehatan Kabupeten Way Kanan.
  2. Deny Sanjaya Sekretaris DPMPTSP Metro
  3. Yulia Chandrasari Camat Metro Selatan. 

Untuk jabatan Diskominfo Kota Metro di antaranya;

  1. Yerri Noer Kartiko Sekretaris DLH Metro.
  2. Ika Pusparini Anindita Jayasinga Kabag Hukum Pemkot Metro.
  3. Subehi Sekretaris Diskominfo Metro.

Untuk jabatan Staf Ahli Bidang I;

  1. Silfia Naharani Pelaksana Dinkes Metro.
  2. Deny Sanjaya Sekretaris  Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Metro.
  3. Triana Aprisia Kabid Pemerintahan Setda Metro.

Untuk jabatan tiga ASN yang lolos pada seleksi Jabatan Kepala Dinas Perhubungan Kota Metro di antaranya;

  1. I Gede Made Suwanda Sekretaris Bappeda Metro.
  2. M. Andi Sekretaris Dishub Metro.
  3. Jose Sarmento Sekretaris Satpol-PP.

Terakhir, untuk jabatan Direktur Rumah Sakit Umum Daerah Ahmad Yani (RSUD AY) yang lolos di antaranya;

  1. 1. dr. Fitria Agustina Wadir Pelayanan RSUD Ahmad Yani.
  2. 2. dr. Redho Akbar Sekretaris Dinkes Metro.
  3. 3. dr. Milada Aini Berakah yang menjabat sebagai dokter ahli madya pada RSUDAY. (*)