• Jumat, 20 Mei 2022

4.134 Orang di Lamsel Telah Divaksin Dosis Ketiga, Dinkes Pastikan Tidak Ada KIPI

Selasa, 18 Januari 2022 - 15.30 WIB
30

Kepala Bidang Bina Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Lamsel, Basuki Didik Setiawan. Foto: Imanuel/Kupastuntas.co

Kupastuntas.co, Lampung Selatan - Dinas Kesehatan Kabupaten Lampung Selatan (Lamsel) pastikan belum mendapat laporan adanya Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) pada vaksinasi Covid-19 dosis ketiga atau booster bagi masyarakat umum.

Kepala Bidang Bina Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Lamsel Basuki Didik Setiawan mengatakan, hingga saat ini pihaknya belum mendapat laporan adanya KIPI dari seluruh UPT Puskesmas yang melaksanakan vaksinasi Booster.

"Sampai sekarang KIPI belum ada laporan. Kalau tenaga kesehatan kemarin sampai demam karena pakai Moderna. Ini pakai Astrazeneca dan Pfizer untuk masyarakat umum," katanya, Selasa (18/01/2022).

Dia mengatakan, apabila nantinya terdapat KIPI seperti demam, maka pihak UPT Puskesmas yang akan langsung memberikan penanganan atau tindakan.

"Kalaupun ada, itu di Puskesmas sudah bisa mengatasi. Misalnya ada yang badannya panas itu disuruh minum air putih yang banyak, kalau panasnya belum turun itu disuruh minum Paracetamol," jelasnya.

Didik mengungkapkan, hingga 17 Januari 2021 capaian vaksinasi dosis ketiga di Kabupaten Lamsel sudah mencapai 4.134 dosis atau 0,53 persen.

Dia mengatakan, syarat untuk dapat dilakukan vaksinasi dosis ketiga itu yakni sudah berusia 18 tahun keatas dan sudah melakukan vaksinasi dosis kedua minimal 6 bulan yang lalu.

"Screeningnya sama seperti vaksin dosis 1 dan 2, yang beda kalau belum 6 bulan itu memang belum bisa divaksin. Kita juga enggak bisa input datanya kalau yang belum 6 bulan," tuturnya.

Bagi masyarakat yang sudah memenuhi persyaratan untuk melakukan vaksinasi dosis ketiga itu, lanjut Didik, dapat datang ke UPT Puskesmas terdekat karena seluruh UPT Puskesmas di Lamsel sudah melakukan vaksinasi dosis ketiga.

"Semua Puskesmas sudah diinstruksikan untuk buka. Tapi itu situasional bisa saja dari UPT Puskesmas yang datang langsung ke masyarakat apabila banyak yang ingin divaksin booster," tandasnya. (*)