• Minggu, 22 Mei 2022

Pengamat Sebut Empat Faktor Pemicu Banyak Kader Beralih Partai

Senin, 17 Januari 2022 - 19.47 WIB
82

Pengamat Politik Universitas Lampung (Unila), Darmawan Purba. Foto: Doc/Kupastuntas.co

Sri

Kupastuntas.co, Bandar Lampung - Memasuki tahapan Pemilu serentak 2024, hari-hari ini banyak diperlihatkan keder partai beralih partai, seperti kader partai PDI Perjuangan pindah ke Nasdem, lalu dari Demokrat berpaling ke PAN dan sebaliknya.

Dari penomena tersebut, Pengamat Politik Universitas Lampung (Unila) Darmawan Purba menilai, ada beberapa faktor yang memicu hal itu. Pertama karena lemahnya ikatan ideologi partai politik yang hal ini hampir terjadi di semua partai politik.

"Kita lihat secara umum memang partai-partai di Indonesia tidak dibangun dalam ikatan ideologi yang kuat, bahkan tanpa ideologi," ujarnya, saat dimintai keterangan, Senin (17/1/2022).

Faktor yang kedua lanjut Darmawan Purba, secara umum berpindahnya kader partai karena terjadinya konflik internal di tubuh partai.

"Sehingga ada sebagian dari kader-kader partai yang berbeda akhirnya memutuskan untuk berpindah partai atau berhenti dari partai yang lama," ucapnya.

Lalu faktor ketiga terkait dengan keberlangsungan karir di partai yang lama. Secara umum para politisi pasti memperhitungkan bagaimana karir politiknya terkait dengan proses pencalonan pada pemilu yang akan datang.

"Jika itu dirasakan semakin sulit dan terbatas bagi si kader tersebut, maka pilihannya adalah berpindah partai," jelas Darmawan.

Kemudian yang terakhir terkait dengan keberlangsungan masa depan partai politik itu sendiri, artinya bisa saja kader partai melihat bahwa potensi partai yang dinaungi saat ini untuk bisa memenangi pada Pemilu yang akan datang itu sulit, bahkan dapat juga dinilai tidak mampu memenuhi ambang batas misalnya.

"Walaupun faktor keempat ini masih jadi perdebatan, tapi kita tahu setidaknya itu menjadi salah satu pertimbangan para politisi untuk berpindah Parpol," tutur dia.

Selain itu, jika dilihat dari kecenderungan umum faktor yang paling dominan menyebabkan kader partai berpindah partai ialah sepertinya faktor kedua dan ketiga yang menjadi faktor yang paling mempengaruhi.

"Yaitu faktor adanya konflik internal di tubuh partai dan yang kedua pertimbangan karir politisi di pakai yang lama, sehingga dia berpikir untuk pindah ke partai yang memberikan peluang untuk karir politiknya," tandasnya. (*)


Video KUPAS TV : RAWAN LAKALANTAS, WARGA METRO TAGIH JANJI WALI KOTA PERBAIKI JALAN BUDI UTOMO