Angka Perceraian di Lamteng Cukup Tinggi, Begini Tanggapan Pengamat
pengamat Hukum Keluarga UIN Raden Intan Lampung, Abdul Qodir Zaelani. Foto: Ist.
Kupastuntas.co, Bandar Lampung - Berdasarkan data dari Pengadilan Tinggi Agama (PTA) Bandar Lampung, kasus perceraian yang sudah diputuskan pada tahun 2021 di Pengadilan Agama se-Provinsi Lampung mencapai 15.026 perkara. Dari jumlah ini yang paling banyak ada di Lampung Tengah mencapai 2.913 kasus.
Pengamat Hukum Keluarga UIN Raden Intan Lampung, Abdul Qodir Zaelani, mengatakan dalam kasus perceraian yang lebih dirugikan adalah mantan istri.
Baca juga : Angka Perceraian di Lamteng Capai 2913 Kasus
"Jadi memang perceraian ini juga berdampak secara sosial, terkhusus ketika seorang wanita telah menyandang status janda. Ia akan sedikit dipandang “negatif” di mata masyarakat," ujar Abdul, Senin (17/1).
Terlebih lanjut dia, saat janda tersebut membawa anak dan tidak punya keterampilan atau pekerjaan. Maka hal itu menjadi persoalan tersendiri bagi janda tersebut.
"Oleh karenanya ketika seseorang ingin menjanda, perlu dipikirkan juga bagaimana kelanjutan ekonominya. Karena ekonomi ini juga sangat berpengaruh pada psikologi anak nantinya," kata dia.
Menurutnya, peran pemerintah dibutuhkan terutama untuk melatih para janda agar punya keterampilan sehingga bisa bertahan menjalani kehidupan.
"Para janda itu perlu dilatih keterampilan berwirausaha. Jangan sampai menjanda pada akhirnya anak terbengkalai. Karena akan jadi beban sosial juga, apalagi ketika nanti anak tidak bisa melanjutkan sekolah dan lain sebagainya," ungkapnya. (*)
Video KUPAS TV : HIU PAUS TERDAMPAR DI PERAIRAN BANDAR LAMPUNG
Berita Lainnya
-
Dukung Prestasi Atlet Lampung, Bos Intan Group Lepas Kontingen Atletik ke Jatim Open 2026
Rabu, 29 April 2026 -
Dirbinmas Polda Lampung Gelar FGD Penanganan Kenakalan Remaja, Perkuat Sinergi Wujudkan Kamtibmas Kondusif
Rabu, 29 April 2026 -
Usai Dianggap Berbohong, Kementerian PU Siapkan Rp5 Miliar untuk Master Plan Pengendalian Banjir Bandar Lampung
Rabu, 29 April 2026 -
Divonis 3 Tahun, Thio Stephanus Ajukan Banding Terkait Kasus Korupsi Tanah Kemenag di Lamsel
Rabu, 29 April 2026








