• Rabu, 26 Januari 2022

Hasil Produksi Pertanian Padi di Lambar Tahun 2021 Capai 108.721 Ton

Kamis, 13 Januari 2022 - 12.49 WIB
73

Kepala Bidang Tanaman Pangan Onni Violetta Saragi saat dimintai keterangan di ruang kerjanya, Kamis (13/1/2022). Foto : Echa/Kupastuntas.co

Kupastuntas.co, Lampung Barat - Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura (DTPH) Lampung Barat mencatat produksi hasil pertanian padi di wilayah setempat pada tahun 2021 mencapai 108.721 Ton.

Hasil produksi tersebut mengalami penurunan di bandingkan pada tahun 2020 lalu yang mencapai 130.206 ton. Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura Lampung Barat Ir. Rusdi melalui Kepala Bidang Tanaman Pangan Onni Violetta Saragi mengatakan penurunan jumlah hasil produksi padi tersebut diakibatkan oleh adanya alih fungsi lahan.

"Penurunan hasil produksi pertanian tersebut di akibatkan adanya alih fungsi lahan oleh petani, yang menyebabkan turun nya jumlah lahan pertanian yang berdampak pada hasil produksi pertanian," jelasnya saat di minta keterangan, Kamis (13/1/2022).

Ia menambahkan tahun 2021 jumlah lahan pertanian di Lampung Barat ada sebanyak  10.465 hektare, sedangkan untuk tahun 2020 masih mencapai 11.436 Hektare. Mengalami penurunan yang cukup signifikan.

Dari jumlah hasil produksi tersebut ia merincikan berasal dari 15 Kecamatan yang ada di wilayah setempat yaitu Kecamatan Balik Bukit sebanyak 63115 ton, Sukau 14.640 ton, Lombok 3084 ton Belalalu 3876 ton , Sekincau 511 ton.

"Kemudian Suoh 20.402 ton, Batu Brak 2662 ton, Pagar Dewa 3772 ton, Batu Ketulis 1818 ton, Bandar Negeri Suoh 21146 ton, Sumber jaya 5851 ton, Way tenong 7112 ton, Gedung surian 5520 ton, Kebun Tebu 10.061 ton, dan Air Hitam 2251 ton," paparnya.

Pada tahun 2021 lalu Onni mengatakan selain adanya alih fungsi lahan yang menjadi penyebab turun nya hasil produksi pertanian yaitu disebabkan adanya hama tikus yang kerap kali menyerang tanaman padi milik petani.

Untuk penanganan terhadap hama tikus tersebut Onni mengatakan pihak nya memberikan bantuan berupa obat-obatan untuk membantu membasmi penyebaran hama tikus tersebut.

"Kita beri obat untuk membasmi hama tikus itu, selain itu juga kita melakukan teknik gobyokan untuk memaksimalkan upaya penanganan hama tikus tersebut, agar hasil produksi petani lebih maksimal," ungkapnya.

Onni berharap kedepan hasil produksi pertanian di Lampung Barat bisa meningkat dari tahun sebelumnya, agar dapat meningkatkan kesejahteraan para petani di Lampung Barat. (*)

Video KUPAS TV : MOTOR GOJEK ONLINE DICURI DI SEBUAH MASJID