• Sabtu, 22 Januari 2022

Awal Tahun, Masyarakat Lamsel Diminta Waspada DBD

Kamis, 13 Januari 2022 - 16.23 WIB
29

Petugas UPT Puskesmas Hajimena ketika melakukan fogging guna mengantisipasi peningkatan kasus DBD. Foto: Imanuel/Kupastuntas.co

Kupastuntas.co, Lampung Selatan - Warga Kabupaten Lampung Selatan (Lamsel) diminta waspadai peningkatan kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) pada awal tahun 2022.

Kepala Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Dinas Kesehatan Kabupaten Lamsel Ridwan Syani mengatakan, hal itu lantaran peningkatan kasus DBD biasanya dapat terjadi hingga bulan Februari karena curah hujan masih cukup tinggi.

"Kalau tahun 2020 kasus DBD masih terjadi sampai di bulan Februari apalagi curah hujan masih cukup tinggi," katanya, Kamis (13/01/2022).

Dia mengatakan, pihaknya telah menyurati seluruh UPT Puskesmas di Lamsel untuk melakukan langkah antisipasi seperti Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dengan Menguras, Menutup, dan Mengubur (3M) Plus dan juga penyuluhan ke masyarakat.

"Bahkan teman-teman Puskesmas sudah memanfaatkan media sosial untuk menyampaikan pesan disamping penyuluhan langsung termasuk sudah membagikan logistik abate dan fogging," jelasnya.

Pada tahun 2021, kata dia, total jumlah kasus DBD di Kabupaten Lamsel sebanyak 222 kasus dengan jumlah kasus terbanyak terjadi pada bulan Desember.

"Kalau awal tahun ini kasus masih ada tapi data dari 27 Puskesmas belum masuk ke saya," tuturnya.

Sementara, Kepala UPT Puskesmas Hajimena Natar, Nessi Yunita mengatakan, selama awal tahun 2022 ini ditemukan 6 kasus DBD yang berada diwilayahnya.

"Sebanyak 2 kasus di Desa Hajimena, 3 kasus di Desa Sidosari dan 1 kasus di Desa Pemanggilan," katanya.

Atas temuan kasus itu, dia mengatakan pihaknya langsung bergerak melakukan fogging ke 2 lokasi yang dianggap rawan timbulnya kasus DBD.

"Itu ada yang sudah sembuh ada yang masih dirumah sakit. Supaya jangan terjadi seperti ini lagi kita sudah 2 kali fogging," jelasnya.

Selain itu, katanya, pihaknya telah turun langsung ke masyarakat untuk melakukan penyuluhan dengan melibatkan aparatur desa untuk melakukan kegiatan PSN.

"Kita langsung berbagi tugas pendekatan ke masyarakat untuk melakukan kegiatan PSN. Kita juga ke kepala desa supaya dapat menggerakkan masyarakatnya. Kita tunjukkan tempat-tempat yang biasa banyak jentik nyamuk. Kami harapkan masyarakat dapat melakukan 3M Plus," jelasnya. (*)

Video KUPAS TV : HIU PAUS TERDAMPAR DI PERAIRAN BANDAR LAMPUNG