• Rabu, 26 Januari 2022

Tak Kunjung Diperbaiki, Warga Metro Protes Tanam Pohon Pisang di Jalan Rusak

Senin, 10 Januari 2022 - 12.49 WIB
524

Penampakan pohon pisang di ruas jalan Budi Utomo, Kecamatan Metro Selatan. Foto : Arby/Kupastuntas.co

Kupastuntas.co, Metro - Beragam ungkapan kekecewaan dilontarkan masyarakat terhadap infrastruktur rusak yang tak kunjung ada perbaikan. Terbaru, warga Jalan Budi Utomo menanam batang pisang di tengah jalan sebagai bentuk protes kepada Pemerintah.

Tindakan tersebut dilakukan Sukarjo (70). Ia sengaja menanam pohon pisang tersebut untuk menyelamatkan truk muatan agar tidak terjadi kecelakaan.

"Ya untuk menyelamatkan truk bermuatan di atas 20 ton, juga pengendara yang lainnya. Beberapa hari terakhir, sudah empat orang pengendara motor dan dua truk yang ditolong masyarakat di jalan rusak ini.  Karena seperti truk kemarin yang terguling proses evakuasi nya setengah hari baru bisa keluar,” kata pria paruh baya itu kepada media, Senin (10/1/2022).

Sukarjo mengaku, tindakan yang dilakukannya bukan untuk mempermalukan pemerintah, namun lebih kepada upaya menyadarkan pemangku kebijakan agar dapat menghadirkan pembangunan yang menjadi prioritas.

"Ini adalah bentuk ketegasan. Saya termasuk tidak mau mempermalukan pemerintah tapi mestinya pemerintah yang malu. Karena pemerintah tidak sanggup mortal, maka masyarakat yang mortal," ujarnya.

Ia mengaku prihatin atas situasi yang tak kunjung ada solusi atas kerusakan jalan Budi Utomo. Ia berharap Pemerintah Kota (Pemkot) dapat menjalin komunikasi dengan pemerintah provinsi untuk memprioritaskan pembangunan jalan Budi Utomo.

"Ya prihatin saja, sama pengendara yang lewat situ. Jadi untuk kelancaran ekonomi kita, mestinya jalan ini diutamakan,” harapnya.

Sementara itu, Sekretaris Komisi I DPRD Kota Metro, Amrulloh, menanggapi soal kerusakan jalan Budi Utomo. Menurutnya, pembangunan terhadap ruas jalan tersebut tergantung pada kemauan kepada daerah.

"Soal jalan rusak di Budi Utomo sebenarnya tinggal kemauan kepala daerah. Karena jalan ini masuk ke dalam 9 program unggulan kepala daerah dalam visi-misinya, ya ini harus dibuktikan dengan kenyataan. Bukan hanya mau, tapi sesuai dengan fakta yang ada di lapangan. Sebab jika mau, tak ada alasan bahwa itu jalan provinsi," beber nya kepada media.

Pria yang juga merupakan ketua Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Kota Metro itu menegaskan bahwa Pemkot Metro juga bertanggungjawab atas perbaikan jalan Budi Utomo. 

“Dan ada mekanismenya, misal hibah. Ini kan hanya judulnya jalan provinsi, tapi penikmat fasilitas jalan ini didominasi masyarakat Metro. Malu jika masyarakat langsung yang menagih janji tersebut. Tiap tahun pasti ada pembangunan, tinggal prioritas saja yang mana, butuh ketegasan, komitmen, dan konsistensi untuk mewujudkan visi misinya,” cetusnya.

Pria yang akrab disapa Iloh tersebut menyebutkan bahwa Walikota Metro Wahdi gagal dalam merencanakan program prioritas pembangunan khususnya perbaikan infrastruktur jalan.

"Walikota gagal merencanakan, itu sama saja artinya dengan merencanakan kegagalan. Karena dia tidak tahu, 9 program unggulan itu butuh anggaran berapa, dan ia pun tidak tahu, hari ini per tahun itu yang bisa dialokasikan berapa,” tandasnya.

Diketahui, penanganan Jalan Budi Utomo merupakan kewenangan pemerintah Provinsi Lampung. Jalanan yang rusak tersebut sepanjang 800 meter melintasi Kelurahan Margodadi dan Rejomulyo.

Di ruas jalan itu, warga menanami batang pohon pisang tepat di tengah jalan Imam Bonjol yang berlubang. Warga juga memasang bendera tepat samping pohon tersebut sebagai tanda bagi para pengendara. (*)

Video KUPAS TV : PULUHAN POHON TUMBANG TIMPA SD 4 METRO SELATAN