• Jumat, 12 Agustus 2022

Tercatat 146 Kasus DBD, 45 Ribu Rumah di Metro Difogging

Minggu, 09 Januari 2022 - 11.53 WIB
111

Pelaksanaan fogging di lingkungan RT 009, RW 003 Kelurahan Margodadi, Kecamatan Metro Selatan. Foto: Ist.

Kupastuntas.co, Metro - Tercatat 146 kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) sejak Januari 2021 hingga 6 Januari 2022, sebanyak 45 ribu rumah di Kota Metro telah dilakukan pengasapan atau difogging, dalam tiga bulan terakhir.

Fogging tersebut dilakukan Trader Peduli Indonesia (TPI) Kota Metro atas permintaan pamong yang masyarakat nya terserang Demam Berdarah.

Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) TPI Kota Metro, Supriyanto, melalui Kordinator Lapangan (Korlap) Bidang Sosial, Abdul Hadi menjelaskan, layanan fogging gratis yang dilakukan komunitas nya itu sebagai upaya memutus mata rantai penyebaran DBD di lingkungan.

"Kegiatan fogging ini sudah tiga bulan berjalan, mulai dari bulan Oktober tahun 2021. Fogging ini sudah merata dilakukan di 22 kelurahan dan 5 kecamatan yang ada di Metro. Kalau dihitung kira-kira sudah ada 45.000 rumah lebih di 307 titik yang ada di seluruh Metro dan di luar Metro," kata Supriyanto, saat dikonfirmasi Kupastuntas.co, Minggu (9/1/2022).

"Untuk di luar Metro itu ada permintaan di Kecamatan Punggur dan Kecamatan Batanghari yang juga sudah kita lakukan fogging," timpalnya.

Pria yang akrab disapa Mas Koboy itu juga menyampaikan, fogging yang dilakukan di Kelurahan Margodadi kali ini atas permintaan masyarakat. Sebanyak 20 anggota komunitas dikerahkan untuk membantu kelancaran fogging.

"Sebelumnya mereka telah mengajukan permohonan fogging kepada DPD TPI tanggal 5 Januari 2022. Mudah-mudahan ini dapat memutus mata rantai penyebaran demam berdarah," jelasnya.

Abdul juga berharap, usai fogging masyarakat dapat menjaga lingkungan dengan rutin membersihkan sejumlah tempat yang rawan genangan air.

Ia juga menerangkan, bagi masyarakat yang menginginkan layanan gratis dari TPI dapat berkoordinasi dengan pamong melalui Ketua RT dan RW, untuk kemudian diteruskan ke sekertariat TPI Metro di Jl. Pattimura, Kelurahan Banjarsari, Kecamatan Metro Utara.

"Masyarakat saat melaporkan permintaan fogging kepada TPI dengan surat permohonan yang ditandatangani RT dan RW di lokasi yang telah ditemukan warga terserang DBD. Setelah kami menerima suratnya, kami akan tindaklanjuti permintaan fogging itu," pungkasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua RW 003 Kelurahan Margodadi, Kecamatan Metro Selatan, Siswanto mengungkapkan bahwa di lingkungan nya telah terdapat 10 warga yang terserang DBD.

"Kalau DBD sudah ada 10 orang, semua warga RW 003. Mereka sudah menjalani perawatan dan sudah ada yang pulang. Dari Dinas Kesehatan sudah pernah fogging, dan ini fogging yang kedua dari TPI. Ini bagian dari upaya pencegahan DBD, karena kan sekarang musim penghujan," tandasnya.

Sementara itu, data yang dihimpun Kupastuntas.co dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Metro per tanggal 6 Januari 2021 terdapat 146 kasus DBD. Angka tersebut tercatat mulai awal Januari 2021 hingga 6 Januari 2022.

Kepala Dinkes Metro, drg. Erla Andrianti mengatakan, terdapat penambahan 8 kasus di bulan Januari 2022. Sementara itu di sepanjang tahun 2021 tercatat 138 kasus.

Erla juga meminta masyarakat untuk bergotong-royong menjaga lingkungan. Selain itu, masyarakat juga dapat mengambil racun nyamuk berupa Abate secara gratis di setiap Puskesmas yang ada di Metro.

"Tentunya dengan menggerakkan kader Jumantik, Posyandu untuk sama-sama menjaga lingkungan. Karena nyamuk ini juga bisa hidup ditempat yang bersih. Serbuk Abate kita sudah sediakan di semua puskesmas, itu semua gratis dan cukup untuk memenuhi kebutuhan mengantisipasi wabah DBD," tandasnya. (*)


Video KUPAS TV : KASUS DBD DI MESUJI BERTAMBAH