• Jumat, 12 Agustus 2022

Dr. Media Apriliana Sebut Capaian Vaksinasi Pesawaran Tertinggi Kedua di Lampung

Kamis, 06 Januari 2022 - 17.38 WIB
94

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pesawaran, Dr. Media Apriliana, saat dimintai keterangan di ruang kerjanya, Kamis (06/01/2022). Foto: Ragil/Kupastuntas.co

Kupastuntas.co, Pesawaran - Sempat menjadi yang paling rendah, saat ini Kabupaten Pesawaran mengalami peningkatan dengan menjadi urutan nomor dua tertinggi capaian vaksinasi se-Lampung yang dilihat berdasarkan NIK KTP masyarakat setempat.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pesawaran, Dr. Media Apriliana menyebut, sebelumnya Kabupaten Pesawaran pada akhir tahun 2021 menjadi daerah yang paling rendah vaksinasi nya karena dilihat dari capaian Fasilitas Kesehatan (Faskes) yang ada di Bumi Andan Jejama.

"Sebenarnya apabila dilihat dari NIK kita sudah melebihi target, namun ternyata dilihatnya kan dari Faskes, sedangkan kita berkendala pada laporan Pcare, makanya saat itu capaian kita paling rendah, tapi karena upaya yang dilakukan tepat di 31 Desember 2021 baik dilihat dari NIK maupun Faskes target kita sudah tercapai," kata Media, saat dimintai keterangan di ruang kerjanya, Kamis (06/01/2022).

Ia menjelaskan, saat ini apabila dilihat dari KTP sudah mencapai 89,2 persen tertinggi kedua setelah Kabupaten Tulang Bawang Barat.

"Kalau dari Faskes kita sudah mencapai 71,96 persen, nah kalau dilihat dari KTP ini artinya kan masyarakat Pesawaran sadar akan kesehatan dan antusias nya sangat besar. Mereka mencari vaksin dimanapun berada karena dari awal program vaksinasi, memang ketersediaan vaksin di Pesawaran terbatas, jadi mereka ke daerah lain untuk melakukan vaksin," ungkapnya.

Menurutnya, penyebab tidak tercapainya vaksinasi di Pesawaran kemungkinan karena masyarakat melakukan vaksin di Faskes luar daerah Pesawaran.

"Karena ketersediaan vaksinasi saat itu terbatas, akhirnya demi kesehatan masyarakat, Bupati mengarahkan masyarakat Pesawaran untuk mencari vaksin dimana saja, sehingga ini mungkin salah satu penyebab capaian vaksinasi kita sempat terendah," jelasnya.

Ia menambahkan, adapun kendala pada laporan Pcare yaitu karena sulitnya jaringan pada saat melakukan pelaksanaan vaksinasi di daerah pelosok, sehingga pendataan masyarakat yang telah vaksin terhambat.

Media mengimbau kepada seluruh masyarakat tetap menjaga kesehatan dengan menerapkan protokol kesehatan, mengingat saat ini masih dalam masa pandemi.

"Memang sebagian besar masyarakat Pesawaran sudah divaksin, tapi jangan sampai membuat lalai akan Prokes, dan kita akan berupaya seluruh masyarakat Pesawaran tersentuh vaksin, mulai dari membuka gerai vaksinasi hingga door to door demi kesehatan dan keselamatan masyarakat Bumi Andan Jejama," tutupnya. (*)


Video KUPAS TV : KASUS DBD DI MESUJI BERTAMBAH