Warga Keluhkan Kemacetan di Sekitar Proyek Pembangunan SPAM Bandar Lampung
Kemacetan di Sekitar Proyek Pembangunan SPAM Bandar Lampung. Foto: Martogi/Kupastuntas.co
Kupastuntas.co, Bandar Lampung - Proyek pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Kota Bandar Lampung di Jalan Soekarno Hatta sebabkan kemacetan hingga 500 meter lebih dan dikeluhkan oleh pengendara yang melintas.
Berdasarkan pantauan Kupastuntas.co, sepanjang Jalan Soekarno Hatta tepatnya dari depan Perumahan Tribrata Polda Lampung mengalami kemacetan lalu lintas yang cukup panjang hingga flyover Untung Suropati.
Salah satu pengendara roda empat, Yudi (38) mengaku sangat kecewa dan kesal karena harus terjebak macet
"Kesal sih iya, kecewa ya pasti. Kita pengen nya jalan lancar supaya cepat sampai tujuan, ini malah jadi terhambat. Walaupun beberapa menit kan lumayan mas," katanya, Selasa (4/1/2022).
Ia juga menjelaskan faktor lain penyebab kemacetan lalu lintas dikarenakan banyaknya pengendara khususnya roda dua yang tidak sabar dan asal nyelonong.
"Banyak motor yang nyelonong, serobot sana-sini makanya jadi macet mas, mungkin kurang sabar. Akhirnya terjebak di tengah-tengah tidak bisa lewat, kami yang kendaraan roda empat tidak bisa lewat juga karena terhalang," katanya.
Ia berharap kepada pemerintah jika ada pengerjaan proyek di jalan raya untuk dilakukan di malam hari supaya tidak menimbulkan kemacetan dan menghambat pengendara yang melintas.
Sementara itu, salah satu supir truk, Anton (45) mengatakan, pekerjaan proyek galian ini sangat mengganggu sekali dan menghambat pekerjaannya beberapa hari ini karena harus terlambat mengantar barang.
“Saya terganggu sekali mas, sudah beberapa hari ini selalu macet ketika sore hari. Akhirnya saya selalu terlambat mengantar barang kiriman," katanya.
Ia pun berharap agar galian yang memakan separuh jalan tersebut supaya cepat diselesaikan untuk kenyamanan pengendara roda dua dan empat.
"Kita mah berharap supaya pengerjaan galian seperti ini cepat selesai dan berkurang titik kemacetannya. Jadi saya juga bisa mengirim barang tepat waktu kembali," tutupnya. (*)
Video KUPAS TV : RUANG KEUANGAN DISDUKCAPIL TERBAKAR
Berita Lainnya
-
Kementan Serahkan 260 Kasus Mafia Pangan ke Aparat Penegak Hukum
Sabtu, 23 Mei 2026 -
Kementan Percepat Tanam Oplah dan CSR untuk Jaga Produksi Pangan
Sabtu, 23 Mei 2026 -
Kementan Siapkan Anak Muda Jadi Motor Pertanian Modern Indonesia
Sabtu, 23 Mei 2026 -
Desa Tidak Bertransaksi Dolar, Akademisi UBL Nilai UMKM Tetap Rentan Dampak Global
Sabtu, 23 Mei 2026








