• Rabu, 26 Januari 2022

DBD di Mesuji Bertambah 3 Kasus, Berikut Gejalanya

Senin, 03 Januari 2022 - 17.56 WIB
89

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Mesuji, Suyono, saat dimintai keterangan, Senin (03/01/2022). Foto: Ari/Kupastuntas.co

Kupastuntas.co, Mesuji - Dinkes Mesuji mencatat penambahan 3 kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) yang terjadi pada 2 Januari 2022.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Mesuji, Suyono menjelaskan, sepanjang 2021 kasus DBD di Mesuji mencapai 27 kasus, sedangkan Januari 2022 ini menambah 3 orang, jadi total semua sampai hari ini mencapai 30 orang.

"27 kasus DBD di Tahun 2021 sudah tertangani dan tidak ada yang meninggal dunia. Sedangkan 3 kasus baru ini masih dilakukan perawatan di Puskesmas Rawat Inap Wira Bangun," kata Suyono, saat dimintai keterangan, Senin (03/01/2022).

Terjadinya kasus DBD ini disebabkan adanya bekas genangan air yang terdapat pada bak mandi, bekas botol plastik dan tempat dimana tertampungnya air, sehingga dapat menimbulkan jentik nyamuk tumbuh dewasa di tempat yang jarang kuras/dibersihkan.

Untuk itu peran masyarakat sangat penting dalam menjaga kesehatan lingkungan dengan menerapkan 3M yakni Menguras, Mengubur dan Menutup.

"Rata-rata orang yang terjangkit penyakit ini badan terasa demam selama 1-4 hari, selanjutnya hari ke 5 turun, pada 6 -7 badan lemas, ini yang harus diwaspadai. Jika terjadi hal demikian segera periksa ke Puskesmas terdekat," tuturnya.

Berdasarkan hasil penelitian di lapangan ada 3 desa padat penduduk sering terjadi kasus DBD yakni, Desa Simpang Pematang, Simpang Mesuji dan Brabasan seperti yang baru terjadi 3 kasus, 2 dari Simpang Mesuji dan 1 dari Simpang Pematang.

Setiap ada kasus baru kami turun untuk melakukan Fogging pengasapan di tempat tumbuhnya jentik nyamuk.

Adapun desa yang terdampak banjir tidak menimbulkan DBD karena sumber airnya mengalir, namun antisipasi jika air surut, diharapkan mengecek bekas yang menjadi tampungan air, supaya terhindar dari DBD," pungkasnya. (*)


Video KUPAS TV : KMP AMADEA KANDAS DI PULAU LUNIK, 342 PENUMPANG TERJEBAK DI TENGAH LAUT