• Sabtu, 22 Januari 2022

Warga Resah Belasan Babi Hutan Mati Secara Misterius di Tanggamus

Minggu, 02 Januari 2022 - 21.16 WIB
125

Warga saat menguburkan babi hutan yang mati secara misterius. Foto: Sayuti/Kupastuntas.co

Kupastuntas.co, Tanggamus - Masyarakat Pekon Tampang Tua, Tampang Muda dan Martanda, Kecamatan Pematangsawa, Kabupaten Tanggamus dikejutkan dengan kematian belasan babi hutan secara misterius.

Babi-babi hutan (Sus scrofa) tersebut ditemukan warga dalam kondisi mati di perkebunan, bahkan di pinggir pantai sejak sepekan terakhir.

"Kematian babi-babi hutan itu misterius dan janggal, sebab tidak ditemukan luka atau bekas serangan hewan lain," kata Hamid, Kepala Pekon Tampang Muda, Kecamatan Pematangsawa, saat dikonfirmasi, Minggu (2/1/2022).

Hamid meyakini, babi hutan tersebut mati dengan sendirinya dan bukan karena dibunuh pemburu atau terperangkap jeratan babi di kebun warga.

"Kalau diburu pasti sudah dibawa. Kalau kena perangkap, di sekitar babi yang mati itu juga tidak ditemukan perangkap atau racun babi," ucap Hamid.

Kepala Pekon Tampang Tua, Mat Basir mengatakan, penemuan bangkai babi hutan di luar kewajaran tersebut membuat warga merasa cemas dan takut akan penyakit atau virus yang menyebabkan babi-babi hutan tersebut mati mendadak, dan dikhawatirkan warga penyakit tersebut menular kepada manusia.

"Kami berharap instansi terkait segera menyelidiki penyebab kematian babi-babi ini. Jadi agar bisa diambil tindakan pencegahan," ujar Mat Basir.

Senada dengan itu, Kepala Pekon Martanda, Sumartono menuturkan, kematian babi hutan juga ditemui di desa yang dipimpinnya. Bangkai babi tersebut ditemukan di kebun kelapa, ladang, sawah dan pantai.

Sejauh ini upaya yang dilakukan pihaknya adalah menghimbau warga agar berhati-hati dan mengubur bangkai babi sejauh mungkin dari perkampungan.

"Kami juga sudah memberikan agar warga untuk tidak menggunakan dan mengkonsumsi air minum dari kali (sungai), karena belum diketahui penyebab kematian babi-babi hutan itu," kata Sumarsono.

Ia pun meminta pihak terkait supaya segera turun ke lapangan dan memeriksa penyebab kematian babi hutan tersebut. "Sebab ada yang bilang penyebabnya virus babi atau flu babi, ini kan ngeri," ungkapnya. (*)


Video KUPAS TV : JEMBATAN WAY GEBANG AMBRUK, MARINIR BERSAMA WARGA BANGUN JEMBATAN DARURAT