• Sabtu, 22 Januari 2022

Selama 2021, Polres Lamteng Tangani 700 Kejahatan Konvensional

Kamis, 30 Desember 2021 - 17.49 WIB
55

Rilis Ungkap Kasus-Waka Polres Lamteng, Kompol Hendra Gunawan memimpin rilis ungkas kasus tindak kriminal selama tahun 2021 di Polres Lamteng. Foto: Towo/Kupastuntas.co

Kupastuntas.co, Lampung Tengah - Polres Lampung Tengah (Lamteng) merilis ungkap tindak kriminal yang terjadi selama tahun 2021. Waka Polres Lamteng, Kompol Hendra Gunawan mengatakan, tindak kejahatan konvensional selama tahun 2021 mengalami penurunan dibandingkan tahun 2020.

“Tindak kejahatan konvensional 2021 yang kita tangani sebanyak 700 kasus. Dibandingkan tahun 2020 ada penurunan  sebesar 0,57 persen. Namun untuk ungkap kasus ada kenaikan 17,71 persen,” kata Hendra, saat ekspos ungkas kasus di Polres Lamteng, Kamis (30/12).

Hendra menjelaskan, untuk kecelakaan lalu lintas selama 2021 terjadi 213 kejadian, dengan korban meninggal dunia 103 orang, luka berat 161 orang dan luka ringan ada 110 orang.

“Kasus narkoba yang diungkap ada 167 kasus, dengan tersangka 221 orang. Rinciannya, 47 tersangka sebagai pengguna dan 173 pengedar dan 1 bandar,” jelasnya. Barang bukti yang disita berupa ganja sebanyak 2.770,12 gram, sabu 205,43 gram, pil ekstasi 52,5 butir dan tembakau gorila 6,54 gram.

Selanjutnya kasus curas ada 42 kasus terungkap 28, curat ada 125 kasus terungkap 76, curanmor 122 kasus terungkap 66, dan judi 14 kasus terungkap semua.

“Masyarakat diimbau lebih baik berdiam di rumah saat pergantian tahun. Kita siapkan  300 personel baik dari polres maupun polsek untuk pengamanan perayaan pergantian tahun,” terang dia.

Kasat Reskrim, AKP Edi Qorinas menambahkan, sesuai instruksi Kapolda, pihaknya telah memetakan potensi konflik horizontal ataupun konflik sosial yang melibatkan masyarakat antar kampung.

“Pak Kabag Ops langsung yang akan memimpin atau mengatur strategi itu. Kami imbau masyarakat apabila ada isu-isu yang negatif, segera menghubungi polisi jangan terpengaruh dan jangan sampai terprovokasi,” pesan dia.

Edi mengungkapkan, kendala pengamanan di lapangan yang dihadapi  masih sama seperti jarak tempuh yang jauh dan jumlah anggota yang terbatas.

“Kita minta masyarakat bisa lebih proaktif lagi untuk mau melaporkan setiap masalah yang ada di wilayah Lampung Tengah, agar bisa bisa ditangani dengan cepat,” ujarnya. (*)


Video KUPAS TV : PEMPROV LAMPUNG SIAPKAN DUA PELABUHAN LOGISTIK DI MESUJI


 

Berita Lainnya

-->