• Rabu, 26 Januari 2022

Perhelatan Muktamar NU Bawa Ekonomi Lampung Menggeliat, Omzet Hotel Tembus Rp1 Miliar

Kamis, 30 Desember 2021 - 08.42 WIB
59

Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) saat pembukaan Muktamar ke-34 NU di Pondok Pesantren Darusaadah, Kelurahan Seputih Jaya, Kecamatan Gunung Sugih, Lampung Tengah, Rabu (22/12/2021). Foto: Ist.

Kupastuntas.co, Bandar LampungPelaksanaan Muktamar NU ke-34 di Provinsi Lampung, 22-24 Desember 2021 lalu, mampu memberikan dampak yang cukup besar terhadap perputaran uang. Dari bisnis penginapan saja, omzet hotel menembus angka Rp1 miliar lebih dalam waktu empat hari, 21-24 Desember 2021.

Kemudian dari bisnis produk UMKM, bazar yang digelar di Lapangan Saburai Enggal dan PKOR Way Halim selama empat hari terjadi transaksi senilai Rp340 juta lebih.    

Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Lampung menyebut tingkat keterisian kamar hotel selama berlangsungnya Muktamar NU mencapai 99 persen.

Wakil Sekretaris PHRI Lampung, Raban mengatakan, sebanyak 2.115 kamar hotel berbintang di Lampung terisi selama Muktamar berlangsung.

“Keterisian kamar hotel sejak tanggal 21 sampai dengan 24 Desember 2021 sebanyak 2.115 unit. Sebagian besar kamar diisi oleh peserta Muktamar,” kata Raban, Rabu (29/12).

Ia menjelaskan, kamar hotel yang terisi mulai dari harga paling rendah Rp500 ribu sampai tertinggi Rp10 juta per malam. Namun kata dia, rata-rata kamar yang dipesan dengan harga Rp500 ribu per malam.

Sehingga diproyeksi omzet hotel selama empat hari bisa mencapai Rp1.057.500.000, dengan perhitungan 2.115 kamar yang terisi dibanderol harga rata-rata Rp500 ribu per malam.

Raban berharap, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung bisa sering menggelar even nasional di Lampung untuk membantu meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah.

“Karena dengan even nasional seperti Muktamar NU tersebut, bisa mendorong omzet pelaku usaha, salah satunya usaha hotel dan restoran,” ujarnya.

Association of the Indonesian Tours and Travel Agencies (Asita) Lampung menyebut, selama perhelatan Muktamar NU ke-34  di Lampung mendorong peningkatan omzet mencapai 30 persen dibandingkan hari biasa.

"Kalau untuk travel di dalam kota kenaikannya ya lumayan lah, omzetnya bisa naik sekitar 30 persenan dari hari biasanya," kata Ketua DPD Asita Lampung, Arizo Fasha, kemarin.

Arizo mengungkapkan, sebelum ada Muktamar satu bus rata-rata memperoleh omzet Rp5 juta per hari. Namun saat Muktamar bisa naik mencapai Rp6,5 juta sampai Rp7 juta satu bus per hari.

"Tapi ini juga masih dibilang kecil perolehannya dengan acara sebesar itu. Kalau pemerintah bisa mengajak kita untuk kerjasama dalam persiapan Muktamar kemarin, mungkin omzetnya akan lebih besar lagi," ungkapnya.

Ia berharap, pemerintah daerah bisa lebih sering menggelar kegiatan tingkat nasional di Lampung. Sehingga bisa memicu peningkatan pendapatan semua sektor pelaku usaha.

"Karena dengan adanya kegiatan nasional otomatis meningkatkan pendapatan daerah,” lanjut dia.

Penyedia jasa penyewaan mobil di Bandar Lampung, Fadillah Ardi Maulana (26), menuturkan omzet penyewaan mobil meningkat hingga 100 persen.

"Pada kondisi normal setiap hari hanya dua sampai tiga mobil yang disewa. Saat Muktamar kemarin bisa sampai 20 unit mobil yang dirental. Alhamdulillah sangat terbantu," ungkapnya.

Meskipun permintaan meningkat, pihaknya tetap memasang tarif seperti hari biasa. Kendaraan Xenia Rp300 ribu per hari, Kijang Inova Rp600 ribu per hari, dan Pajero Rp1 juta per hari.

"Saat Muktamar kemarin, pendapatan yang bisa saya peroleh bisa mencapai Rp30 juta. Harapannya kegiatan nasional bisa lebih sering digelar di Lampung, karena sangat membantu kami yang terdampak pandemi Covid-19," kata dia.

Branch Manager PT Hutama Karya ruas Bakauheni-Terbanggi Besar, Hanung Hanindito, mengatakan volume kendaraan yang melintas di jalan tol Lampung juga mengalami peningkatan 24,56 persen saat pelaksanaan Muktamar.

"Ada peningkatan karena berbarengan dengan mulainya masa libur Nataru. Pada periode 18-25 Desember 2021 lalu lintas realisasi sebanyak 131.024 unit, sementara lalu lintas normal 105.188. Deviasi terhadap normal 24,56 persen," ujarnya.

Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Lampung menyarankan Pemprov Lampung sering menggelar kegiatan nasional seperti Muktamar NU ke-34, untuk mendorong meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah.

Wakil Ketua (Kadin) Provinsi Lampung, Yuria Putra Tubarat mengakui, momen Muktamar NU ke-34 berdampak positif terhadap perekonomian daerah terutama pelaku UMKM.

"Gelaran Muktamar kemarin sudah pasti mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Semua bergerak mulai dari pengusaha makan, minuman, tempat tidur atau hotel hingga oleh-oleh. Semuanya bergerak," kata Yuria.

Ia berharap, Pemprov Lampung lebih intensif dalam menjalin komunikasi dengan pemerintah pusat, sehingga kegiatan nasional bisa lebih sering digelar di Provinsi Lampung.

"Harapannya kegiatan-kegiatan nasional seperti Muktamar kemarin lebih sering diadakan di Lampung. Karena itu sangat berdampak positif dan memberikan angin segar kepada khususnya pelaku UMKM," tuturnya. (*)

Artikel ini sudah terbit di SKH Kupas Tuntas edisi Kamis, 30 Desember 2021 dengan judul "Omzet Hotel Tembus Rp1 Miliar Selama Muktamar NU"