• Sabtu, 21 Mei 2022

1.796 Poktan Tanggamus Sudah Miliki Kartu Petani Berjaya

Rabu, 29 Desember 2021 - 16.26 WIB
131

Anggota Poktan Gotong Royong Pekon Kalibening, Kecamatan Talang Padang, Tanggamus memperbaiki pematang sawah untuk budidaya ikan mas usai panen padi. Foto : Sayuti/Kupastuntas.co

Kupastuntas.co, Tanggamus - 1.796 kelompok tani (poktan) di kabupaten Tanggamus memiliki Kartu Petani Berjaya (KPB). Meski program KPB ini belum maksimal, para petani merasakan manfaatnya terutama dalam pengadaan pupuk bersubsidi.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura (DKPTPH) Kabupaten Tanggamus, Catur Agus Dewanto mengatakan, jumlah poktan yang baru memiliki Kartu Petani Berjaya (KPB) tersebut dari total 2.029 poktan di Kabupaten Tanggamus yang tersebar di 20 kecamatan.

"Jumlah poktan yang memiliki KPB tersebut, sudah terdata dalam sistem elektronik rencana definitif kebutuhan kelompok atau e-RDKK, dan mendapat jaminan kebutuhan pupuk bersubsidi," kata Catur Agus Dewanto kepada Kupastuntas.co, Rabu (29/12/2021).

Menurut Catur, sapaan akrab Catur Agus Dewanto, ke 1.796 poktan tersebut berada di Kecamatan Kotaagung Barat 86, Kotaagung 72, Kotaagung Timur 100, Gunung Alip 66, Gisting 60, Talang Padang 62, Sumberejo 108, Pematangsawa 57, Semaka 142, Pugung 140.

Lalu Kecamatan Ulubelu 164, Airnaningan 82, Cukuhbalak 107, Limau 58, Wonosobo 103, Bandar Negeri Semoung 78, Bulok 105, Kelumbayan 59, dan Kelumbayan Barat 47.

"Adapun progres e-RDKK kebutuhan pupuk tahun 2022 dengan total luas tanam 123.414 hektar, meliputi urea 14.382.361 ton, NPK 50.427.296 ton, ZA 2.050.944 ton. Kemudian SP36 2.361.001 ton, Organik 26.998.775 ton, Organik cair 54.249, dan NPK formula khusus 181.790," terang Catur.

"Untuk poktan pemilik KPB sementara ini untuk penebusan pupuk bersubsidi memakai rekening kelompok tani," kata Catur lagi.

Di lain pihak, para petani anggota poktan yang sudah memiliki KPB mengakui program KPB ini belum maksimal dirasakan dan perlu perbaikan dan evalusi. 

Sebab dari berbagai manfaat KPB yang diberikan petani, hanya baru merasakan kepastian pupuk bersubsidi, benih, dan obat-obatan serta kemudahan memperoleh permodalan perbankan melalui kredit usaha rakyat (KUR) tanpa agunan.

"Sementara manfaat lain KPB belum kami rasakan, seperti mendapat kepastian pemasaran hasil panen dengan harga terbaik, mendapat fasilitas sosial seperti bea siswa anak petani, bantuan sosial dan manfaat lainnya belum kami rasakan," kata Sutarso Tasmaniah, Ketua Poktan Kuntum Mekar 1 Pekon Margodadi, Kecamatan Sumberejo, Kabupaten Tanggamus.

Tarso sapan akrab Sutarso Tasmaniah mengungkapkan, sejak memegang KPB awal tahun 2020, belum ada jaminan petani KPB menjual hasil panen dengan harga terbaik, seperti yang digaungkan pemerintah.

"Tetap saja kami menjualnya kepada para tengkulak dengan harga yang ditentukan oleh tengkulak," kata Tarso. (*)

Video KUPAS TV : ARUS LALU LINTAS KAWASAN LUNGSIR DIALIHKAN