• Sabtu, 21 Mei 2022

Warga Gigit Jari, Perbaikan Jalan Rusak Tanjung Jati Tanggamus Tak Masuk Rancangan Pembangunan 2022

Selasa, 28 Desember 2021 - 21.19 WIB
202

Beginilah perjuangan warga di kaki Gunung Tanggamus sehari-harinya berjuang di jalan yang rusak parah.

Kupastuntas.co, Tanggamus - Mimpi dan harapan warga Dusun Kandis dan Sindang Sari  Pekon Kampung Baru, serta Dusun Sukabaru Pekon Tanjung Jati, Kecamatan Kotaagung Timur, Kabupaten Tanggamus, menikmati jalan aspal yang mulus, kembali pupus. Pasalnya jalan yang sudah rusak bertahun-tahun tersebut tidak masuk dalam rencana pembangunan tahun 2022 Pemkab Tanggamus.

Padahal warga di kaki Gunung Tanggamus yang hanya satu kilometer dari pusat perkantoran Pemkab Tanggamus ini berharap, jalan menuju tiga dusun tersebut yang kondisinya rusak parahbisa diperbaiki tahun 2022.

Mereka pun kembali gigit jari, dan harus menerima kenyataan jika keberadaan mereka dengan kehidupan serba kesusahan bertahun-tahun akibat kondisi jalan yang hancur lebur, tidak mendapat perhatian dari para pemangku kebijakan di jajaran Pemkab Tanggamus.

Kepala Bidang (Kabid) Bina Marga Dinas PUPR Kabupaten Tanggamus, Bowo Nugroho memastikan pembanguna jalan lingkar luar melewati tiga dusun tersebut tidak ada dalam perencanaan pembangunan tahun 2022.

"Itu memang jalan lingkar luar milik Bina Marga Kabupaten Tanggamus. Kami tidak bisa ngomong dengan kondisi saat ini. Kendalanya adalah anggaran," kata Bowo kepada Kupastuntas.co, Selasa (28/12/2021).

Selain anggaran, kata Bowo, terkatung-katungnya pembangunan jalan sepanjang lebih kurang 2,5 kilometer hingga ke Kampung Baru (komplek perkantoran Pemkab Tanggamus) adalah tidak ada komitmen baik dari eksekutif maupun legislatif. "Komitmennya tidak ada," tegas Bowo.

Bowo menggambarkan, biasanya setiap ada program semisal pembangunan jalan, biasanya ada anggota DPRD bahkan dari eksekutif yang mengawal dan mendorong agar program itu dilaksanakan.

"Tapi untuk jalan ini, tidak ada yang mendorongnya, baik dari DPRD maupun dari eksekutif. Kalau cuma saya sendiri, dengan kondisi anggaran minim, ya tidak akan terlaksana," ujar Bowo.

Bowo mencontohkan saat pihaknya mengusulkan pembangunan jalan senilai Rp500 juta, tetapi kegiatan tersebut justru dialihkan untuk kegiatan lain, yang diistilahkannya digeser oleh pihak ekternsl.

"Pembangunan jembatan di Dusun Baru itu juga sudah kami anggarkan, tetapi tidak tembus (tidak disetujui). Powernya kurang kuat saya," kata dia.

Meski mengaku prihatin dengan kondisi masyarakat tiga dusun di kaki Gunung Tanggamus dan berada di jalan lingkar luar inj, Bowo mengaku hanya biasa pasrah dan berharap ada anggota DPRD dapil 2 yanng memperjuangkan dan mengawal pembangunan jalan dan jembatan di sana.

Sementara saat Kupastuntas.co mencoba menghubungi Wakil Ketua III DPRD Tanggamus, Kurnain melalui telefon selulernya untuk diminta komentar seputar harapan warga 3 dusun agar jalan disana dibangun. Meski berdering tetapi tidak diangkat oleh Kurnain, yang merupakan putra asli Kotaagung Timur.

Begitu juga pesan singat yang dikirim Kupastuntas.co, tidak direspon oleh Kurnain.

Di lain pihak dari pantauan Kupastuntas.co, dari 4,5 kilometer panjang jalan lingkar melewati tiga dusun di kaki Gunung Tanggamus, baru sekitar 800 meter sudah di hotmix, yakni dari Beton hingga jembatan di Dusun Baru.

Sementara sisanya masih berupa jalan tanah dan onderlagh yang batunya sudah hilang tertutup tanah, dan kondisinya sudah sangat rusak parah, dan hanya bisa dilalui sepeda motor yang sudah dimodifikasi menjadi motor trail.

"Setiap hari, ada saja motor yang jatuh, bisa lima motor sehari jatoh. Lihat saja jalannya mirip bubur dan sangat licin," kata Sohari, tokoh masyarakat Kandis. (*)