• Rabu, 26 Januari 2022

Harga Telur Ayam Ras di Pringsewu Tembus 30 Ribu

Selasa, 28 Desember 2021 - 13.29 WIB
76

Harga telur merangkak naik di sejumlah pasar di Pringsewu. Foto: Gamel/Kupastuntas.co

Kupastuntas.co, Pringsewu - Harga telur ayam ras di Pringsewu mengalami kenaikan hingga tembus di angka Rp 30 ribu per kilo. Hal tersebut diketahui tim Kupastuntas.co saat mengecek langsung kepada 2 pedagang telur ayam ras di pasar Gadingrejo. 

Teten (45) mengatakan bahwa naik nya harga telur terjadi dalam beberapa kurun waktu belakagan hingga hari ini. Sebelumnya harga telur yang ia jual masih di harga 25-28 ribu per kilo nya. Namun mendekati hari libur nataru telur terus mengalami kenaikan hingga mencapai 30 ribu. 

"Sekarang saya jual 30 ribu per kilo. Soalnya saya mengambil telur dari pemasok itu harga nya 28 ribu, jadi hanya untung 2 ribu per kilo," Ujar Teten, Selasa (28/12/21).

Ia juga menerangkan bahwa selama harga telur naik, daya atau minat beli telur ayam ras di tempat nya mengalami penurunan. Bahkan dalam sehari telur yang habis dijualnya hanya berkisar sampai 6 kilogram. 

"Harga telur ayam ini kan pelan-pelan naik sampai hari ini, kenaikan harga juga berpengaruh sama pembeli," tambah nya. 

Pedagang telur ayam ras lain Tiyem (45)  juga menjual telur dengan harga Rp 32 ribu per kilo. Hal ini dilakukanya karena dirinya membeli telur dari kandang atau pemasok dengan harga Rp 30 ribu. 

Diterangkan Tiyem bahwa dirinya pada awal nya tidak mengetahui bahwa harga telur ayam ras sudah menembus angka 30 ribu, lalu dirinya diberitahu oleh rekan nya tentang situasi tersebut, sehingga dirinya pun ikut menaikan harga dagangannya. 

"Saya jual dengan harga Rp 32 ribu per kilo baru 2 hari ini, sebelumnya masih Rp 30 ribu per kilo. Itu juga saya awalnya tidak tahu kalau harga telur naik lagi. Saya diberitahu teman bahwa telur sekarang sudah berada diangka Rp 30 ribu, makanya saya naikan lagi harga nya mengikuti kawan-kawan pedagang telur lain," jelas Tiyem.

"Saya juga mengambil untung hanya Rp 2 ribu per kilo nya, ambil di pemasok harga Rp 30 ribu dan dijual dengan harga Rp 32 ribu," papar nya. 

Ia juga mengaku bahwa dengan kondisi yang seperti ini kerap ada pembeli mengeluh atas naik nya harga telur. Bahkan dari keterangan Tiyem, pembeli yang semula biasa membeli 1 kg sekarang menurunkan kuantitasnya hingga setengah kilo bahkan ada yang membeli per butir. 

"Ada juga pembeli telur yang mengeluh tapi mereka tetap beli meskipun tidak banyak bahkan ada yang mengurangkan jumlah pembelian telur nya ada yang hanya 4 bahkan 6 butir telur. Mereka tetap beli karena ini juga kan bahan pokok kebutuhan mereka," jelas nya. 

Sementara itu, Dikonfirmasi secara terpisah, Ari staf Perdagangan Dalam Negeri Diskoperindag Pringsewu, mengatakan jika kenaikan harga telur yang mencapai Rp 30 ribu baru terjadi pada minggu ini. 

"Barusan Minggu ini sampai Rp 30 ribu, karena kemarin-kemarin masih sekitar Rp.27-29 ribu. Harga telur ini menjelang hari-hari besar memang mengalami kenaikan, kenaikan nya itu ya Rp 2 ribu sampai Rp 3 ribu. Tapi dari pantauan terakhir kami minggu lalu harga telur itu masih Rp 24-27 ribu dan sekarang sudah naik lagi sampai Rp 30 ribu," Ucapnya. 

Sementara itu, Kepala Bidang Perdagangan Diskoperindag Pringsewu, Reka menilai bahwa kenaikan harga telur bisa terjadi karena beberapa faktor diantaranya karena menjelang akhir tahun. Ia juga mengatakan bahwa harga telur naik secara nasional bukan hanya di wilayah Pringsewu. 

"Fenomena kenaikan harga-harga bahan pokok termasuk telur ini biasa terjadi di musim-musim tertentu, apalagi kemarin libur natal dan sekarang mau mendekati tahun baru. Ya mungkin itu yang menjadi sebab harga telur merangkak naik. Saya juga lihat berita bahwa harga telur memang naik secara nasional," tutup nya. (*)

Video KUPAS TV: NARKOBA SENILAI 200 MILIAR DIMUSNAHKAN, PENYELUNDUPAN DALAM GAS ELPIGI TERUNGKAP