• Rabu, 26 Januari 2022

Viral di Medsos, Warga Banjar Agung Segel Pembangunan Gereja dan Berhentikan Misa Natal

Senin, 27 Desember 2021 - 22.12 WIB
1.1k

Foto : Ist.

Kupastuntas.co, Tulang Bawang  - Beredar video persekusi ibadah Natal di Gereja GPI Tulang Bawang (Tuba), tepatnya Kampung Banjar Agung, Kecamatan Banjar Agung, Tulang Bawang.

Dalam video yang beredar luas di Media sosial itu, sekelompok warga melakukan aksi protes dan menyetop kegiatan ibadah Natal di gereja tersebut.

Dalam video yang berdurasi sekitar 1 menit 30 detik tersebut, terlihat perwakilan warga menolak kegiatan ibadah dilakukan di gereja tersebut.

"Nanti dulu Pak, kami mau beribadah," ujar seorang pria yang diduga jemaat gereja. 

"Kami tidak melarang bapak sembahyang, matiin dulu (musiknya)," kata seorang pria bertopi yang diduga melakukan persekusi.

Kemudian seorang wanita dalam video tersebut mengatakan bahwa dirinya saat ini sedang beribadah Natal.

"Kami mau beribadah. Natal seluruh dunia merayakan Natal, seharusnya kami bersuka cita, kami ini beribadah," kata suara wanita dalam video tersebut.

Kapolres Tulang Bawang AKBP Hujra Soumena membenarkan peristiwa tersebut terjadi pada Minggu (26/12).

Ia menjelaskan, Sopan Siabutar sebagai pendeta di gereja tersebut meminta ijin untuk melakukan kegiatan ibadah Natal di Gereja itu.  

Namun warga menolak, sesuai  hasil kesepakatan antara pihak gereja dengan warga yang dilakukan pada bulan Juli 2021 bahwa untuk kegiatan peribadatan di gereja dihentikan sementara sampai dengan proses perizinan nya selesai.

“Warga melakukan aksi penyegelan, dan tidak mengizinkan melakukan acara perayaan saat Natal,”ungkapnya saat dikonfirmasi, Senin (27/12).

Menurut Kapolres, konflik tersebut telah diredam, antar kedua pihak sudah membuat surat kesepakatan, yang berisi warga mengizinkan ibadah di gereja tersebut hanya untuk perayaan natal.

“Kedua belah pihak pun sepakat, dan berdamai, dengan ketentuan pelaksanaan dalam surat tersebut,”kata dia.

Kapolres tidak setuju dengan cara warga yang melakukan penyegelan di tempat gereja tersebut.

“Kami akan cari tau dan menyelidiki warga yang melakukan penyegelan rumah ibadah itu. Kami minta hal ini dihentikan,”ungkapnya.

Mengantisipasi konflik susulan, Polres menempatkan empat anggotanya di lokasi tersebut.

“Walaupun situasi sudah kondusif, kami menempatkan empat personil di lokasi. Hal ini untuk berjaga-jaga, apabila ada keributan terjadi lagi,”tandasnya. (*)

Video KUPAS TV: TAK ADA PENYEKATAN, MALAM TAHUN BARU DI METRO HANYA ADA PENGALIHAN LALULINTAS