• Minggu, 22 Mei 2022

Innalillahi, Bocah 4 Tahun di Kotaagung Hanyut di Selokan Sepulang Pengajian

Senin, 27 Desember 2021 - 10.06 WIB
165

Polisi bersama petugas kesehatan saat memeriksan jasad Muhammad Asril seusai ditemukan akibat hanyut terbawa derasnya aliran air siring di Jalan Merdeka, Kelurahan Pasarmadang. Foto: Sayuti/Kupastuntas.co

Kupastuntas.co, Tanggamus - Muhammad Asril, bocah berusia 4 tahun, warga Jalan Bhayangkara, Kelurahan Kuripan, Kecamatan Kotaagung, Kabupaten Tanggamus, ditemukan meninggal dunia di saluran air (siring) di Jalan Merdeka, Kelurahan Pasarmadang,  Kotaagung, Tanggamus, Minggu (26/12/2021) malam sekira pukul 22.45 WIB.

Putera sulung pasangan Arfansyah dan Susliana, warga samping Rutan Kotaagung ini diduga terperosok ke saluran air (siring) di sekitar tempat pencucian sepeda motor, di Jalan Merdeka, Kelurahan Pasarmadang, lalu hanyut terbawa arus akibat hujan deras, Minggu (26/12/2021) malam.

Korban sempat dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah Batin Mangunang (RSUDBM) Kotaagung untuk mendapat pertolongan. Tetapi nyawa bocah malang itu tidak bisa diselamatkan.

Informasi yang berhasil dihimpun Kupastuntas.co, peristiwa naas itu bermula saat korban bersama ayahnya memaksakan diri pulang usai menghadiri acara do'a tahlilan di rumah seorang kerabat di Jalan Merdeka, Kotaagung, Minggu (26/12/2021) malam sekira pukul 20.40 WIB.

Meski sempat dicegah oleh beberapa jamaah, untuk jangan dulu pulang, karena masih hujan deras dan jalanan banjir. Tetapi keduanya tetap memaksakan pulang.

Sesaat kemudian, korban yang sudah mengenakan mantel hujan ditinggal di pinggir jalan oleh sang ayah untuk mengambil sepeda motor yang di parkir tidak jauh dari rumah yang menggelar tahlilan.

Diduga kuat saat korban berjalan di pinggir jalan terpeleset ke siring yang sedang banjir, dan terseret aliran air yang cukup deras. Begitu derasnya aliran air sehingga mantel hujan yang dikenakan korban tersangkut di atas siring.

Sementara  Arfansyah, saat menyadari anaknya tidak ada sempat mencari korban. Dan alangkah kagetnya dia saat diberi tahu jika korban jatuh ke siring dan hanyut.

Lalu orang tua korban dibantu warga melakukan pencarian korban dengan menyusuri saluran air atau siring sampai ke pantai Kotaagung. Petugas gabungan BPBD, TNI dan Polri pun terlibat dalam pencarian. 

Sementara petugas pemadam kebakaran bersama warga lainnya melakukan pencarian ke sisi siring lain, mengantisipasi jika korban terbawa arus ke sana.

Setelah lebih kurang dua jam melakukan pencarian, korban ditemukan tersangkut di siring sekitar depan masjid Jami Al Islah Pasarmadang, sekira 500 meter dari lokasi korban terperosok.

Buang, pemilik warung kuliner tidak jauh dari korban terperosok mengatakan, saluran air di TKP kejadian memang terbuka, dan saat hujan selalu banjir karena air berasal dari hulu cukup kencang. 

"Saat kejadian, jalan raya banjir deras setinggi sebetis orang dewasa. Sementara siringnya juga banjir dan aliran airnya sangat kencang menuju pantai," kata dia.

Kapolsek Kotaagung, AKP Sugeng Sumanto membenarkan kejadian tersebut. Dimana usai ditemukan, korban sempat dibawa ke RSUD Batin Mangunang Kotaagung, sebelum akhirnya dibawa ke rumah duka.

"Di RSUD korban diperiksa oleh petugas rumah sakit, dan dipastikan korban sudah meninggal dunia," kata Sugeng. (*)

Video KUPAS TV : PENETAPAN UMK BANDAR LAMPUNG TAK SESUAI HARAPAN WALI KOTA